Badan Standardisasi Nasional Badan Standardisasi Nasional
 
Publikasi BSN

 

BSN sebagai lembaga pemerintah mempunyai kewajiban memberikan informasi tentang standardisasi kepada stakeholder maupun masyarakat umum. Salah satu sarana diseminasi informasi adalah melalui publikasi.

 

Saat ini publikasi yang diterbitkan adalah dalam bentuk yang dapat dikelompokkan dalam kategori sebagai berikut :

 


Handbook dan Monograf

Jurnal Standardisasi

 

Jurnal Standardisasi merupakan majalah ilmiah berbasis seluruh sektor kehidupan yang terkait dengan standar dan standardisasi. Terbit 3 kali dalam setahun yang mempublikasikan karangan ilmiah berupa hasil penelitian, pengembangan dan penerapan dalam bidang standardisasi. Sejak tahun 2006 Jurnal Standardisasi telah berhasil memperoleh akreditasi LIPI dengan peringkat B dengan nomor ISSN 1441-0822. Dengan demikian bagi penulis yang tulisannya lolos penilaian dan diterbitkan dalam Jurnal Standardisasi akan mendapatkan nilai Cum peneliti sebesar 25/orang/makalah. Puslitbang telah berupaya melakukan pembenahan terhadap isi dan desain sampul majalah yang bermula dari sampul warna biru, kemudian sampul warna oranye dan terakhir berwarna merah kombinasi putih.Jurnal ini terbuka untuk umum dengan ketentuan karangan yang telah ditentukan.

Jurnal Standardisasi Vol 11 No.2 Tahun 2009
Jurnal Standardisasi Volume 11 No. 2 Tahun 2009
=====================================================
Jurnal Standardisasi Volume 11 No. 2 Tahun 2009 ini menampilkan sepuluh (10) makalah, yaitu pertama, Kajian Analisis Ketidakpastian TLD Postal IAEA/WHO Sebagai Standar Program Audit Dosis. Dalam kajian ini, dapat disimpulkan bahwa studi ketidakpastian evaluasi dosis TLD pada program audit dosis postal terdiri atas ketidakpastian koefisien kalibrasi sistem TLD, ketidakpastian faktor koreksi fading, pengaruh holder, ketergantungan energi dan ketidaklinieran respon dosis. Makalah yang kedua yaitu Penerapan SPM Bidang Air Minum dan Sanitasi Dalam Pembangunan Infrastruktur Perumahan dan Permukiman. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaian penerapan SPM di lapangan. Ketiga, Konsep Sertifikasi Baku Mutu NORM dalam Bahan Bangunan. Di Indonesia, batasan terhadap kandungan NORM dalam bahan bangunan belum diatur. Makalah ini merupakan masukan untuk menyusun baku mutu NORM yang terkandung di dalam bahan bangunan. Keempat, Analisis Karakteristik Getaran Pada Kereta Api Rel Listrik dan Kereta Api Rel Diesel. Berdasarkan pembahasan, diperoleh hasil bahwa untuk mengevaluasi tingkat getaran yang terjadi pada kedua jenis kereta api tersebut digunakan grafik standar ISO 2631/I (1985) dengan exposure time 1 jam. Grafik-grafik karakteristik getaran yang dihasilkan oleh KRL dan KRD semuanya berada jauh di bawah grafik standar ISO 2631/I (1985). Hal tersebut mengindikasikan bahwa level getaran yang terjadi di pada kedua jenis kereta api tersebut masih berada dalam batas toleransi yang direkomendasikan oleh standar ISO ISO 2631/I (1985). Makalah yang kelima adalah Penerapan Prosedur SNI Dalam Uji Banding Laboratorium (Analisa Kadar Proksimat dalam Powdered Tonic Food Drink).
Volume 11 No. 2
Tahun 2009
 

Jurnal Standardisasi Vol 11 No.3 Tahun 2009
Jurnal Standardisasi Volume 11 No. 3 Tahun 2009
=====================================================
Jurnal Standardisasi Volume 11 No. 3 Tahun 2009 ini menampilkan sepuluh (10) makalah, yaitu pertama, Pengaruh Penerapan Total Quality Management (TQM) terhadap Fungsi Audit Internal yang mengambil fokus penelitian survey pada perusahaan bersertifikasi ISO 9000 di Propinsi Sumatera Utara. Kedua, makalah tentang Standarisasi Keripik Sayuran (Wortel) Sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing Produk Olahan Hortikultura, yaitu suatu kajian untuk usulan standar keripik wortel dengan membandingkan standar produk yang serupa, diantaranya dengan makanan ringan ekstrudat dan keripik umbi-umbian yang lain. Ketiga, makalah dengan judul Penentuan Formulasi Karet Pegangan Setang (Grip Handle) dengan Menggunakan Karet Alam Dan Karet Sintetis Berdasarkan SNI 06 – 7031 – 2004, yang menggunakan percobaan terhadap 5 (lima) perlakuan kompon karet pegangan setang (grip handle) dengan memvariasikan karet sintetis (SBR) dan karet alam (NR). Makalah keempat adalah Penambahan Sudut 75o Sistem Pengukuran Standar Kilap pada Permukaan Datar. Penelitian ini menyatakan bahwa nilai kekilapan tergantung dari nilai indeks bias (n) , faktor k yang sesuai dengan sudut dan kerataan permukaan dari bahan gelas yang digunakan. Kelima, Pemetaan Efikasi Lampu Swabalast untuk Mendukung Penerapan SNI 04-6958-2003 Pada Lampu Hemat Energi, dimana pengujian difokuskan pada pemetaan tingkat efikasi lampu yang akan digunakan sebagai standard efisiensi untuk lampu, khususnya untuk lampu swabalast. Makalah keenam, Standar Nasional Indonesia tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan: Aplikasi dan Permasalahannya. Beberapa rekomendasi juga disajikan dalam tulisan ini, termasuk penambahan item pekerjaan baru, keberadaan escape clause dan redefinisi posisi SNI DT ABK dan 3 makalah lainnya yang tentu saja menarik untuk Anda baca.
      Volume 11 No. 3 Tahun 2009  

Katalog dan Direktori

Laporan
  Aktivitas BSN Dalam Standardisasi Internasional
=====================================================

Menjadi Bangsa yang berdaya saing tinggi merupakan cita-cita mulia seluruh bangsa di dunia tanpa terkecuali dimana Standardisasi merupakan salah satu alat penunjang untuk mencapai tujuan tersebut. Perjanjian World Trade Organization (WTO), sebagaimana telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Persetujuan Pembentukan WTO (LN RI Tahun 1994 No. 57, TLN No. 3564) telah menciptakan sistem perdagangan global yang membantu gerak arus transaksi produk melintasi batas-batas wilayah suatu negara.Indonesia terus berupaya maksimal meningkatkan pengembangan harmonisasi Standar Nasional Indonesia terhadap standar internasional, sebagai bagian strategi memperlancar perdagangan produk-produk Indonesia di pasar internasional.

BSN mewakili Indonesia dalam berbagai kegiatan perumusan standar internasional yang dilaksanakan oleh International Organization for Standardization (ISO), International Electrotechnical Commision (IEC), Codex Alimentarius Commission (CAC), serta kegiatan penerapan harmonisasi standar dan penilaian kesesuaian dalam rangka mengurangi hambatan perdagangan di tingkat regional ASEAN melalui ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality (ACCSQ), di tingkat regional Asia Pasific melalui APEC - Standards and Conformance Sub-Committee (APEC-SCSC), Asia Pasific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC), Pacific Accreditation Cooperation (PAC), Pacific Area Standards Congress (PASC) dan sebagainya. Kegiatan standardisasi internasional tersebut dapat mendukung peningkatan produktivitas, daya guna produksi, mutu produk, proses, sistem dan personel, sehingga menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan daya saing bangsa, perlindungan terhadap konsumen.
               Buku I 2008  

Majalah SNI Valuasi

Pedoman Standar Nasional Tahun 2007


Pedoman- pedoman ini menetapkan program pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang meliputi Program Nasional Perumusan SNI, pelaksanaan perumusan, penetapan, publikasi dan pemeliharaan SNI.
Selengkapnya...

Prosiding PPI Standardisasi 2009 (Edisi JAKARTA)
Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi 2009 (Edisi JAKARTA)
===========================================================
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa atas berkah dan rahmatNya sehingga kegiatan Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi  tahun 2009 yang dilaksanakan pada tanggal 19 November 2009 dapat terselenggara dengan baik. Kegiatan  ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Bulan Mutu dan Hari Standar Dunia dengan tema “Kesiapan Riset Indonesia dalam Menghadapi Perubahan Iklim “. Perubahan iklim dunia telah mempengaruhi perilaku dan pola pikir manusia dalam memandang lingkungan sekitar, di mana keseimbangan alam telah terganggu. Dalam rangka menetralisir iklim bumi menjadi stabil kembali, diperlukan riset-riset yang handal. Untuk itu, dalam sesi presentasi oleh pembicara utama, dibahas tentang kesiapan riset Indonesia menghadapi isu perubahan iklim. Dalam prosiding ini terdapat 18 makalah hasil seleksi dari penyunting makalah yang mencakup aspek standar, penilaian kesesuaian, pengujian, kalibrasi dan metrologi di berbagai bidang ilmu. Selain itu, prosiding ini juga memuat hasil diskusi selama kegiatan berlangsung. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi tahun 2009 ini. Harapan kami, semoga prosiding ini dapat bermanfaat dalam pengembangan standardisasi di Indonesia.
                      PPIS 2009
                  Edisi JAKARTA

Prosiding PPIS

 


SNI Valuasi Vol 1 /No.3/2007 Standar Sistem Manajemen
Kesadaran akan mutu produk barang dan jasa semakin meningkat bagi sebagian besar masyarakat dewasa ini. Hal ini terjadi karena semakin lancarnya arus Informasi dan komunikasi antar produsen dn konsumen yang dilakukan melalui media cetak dan elektronik. 

Tuntutan terhadap peningkatan mutu produk harus diimbangi dengan peningkatan mutu manajemen organisasi dimana produk tersebut dihasilkan karena produk yang berkualitas pada dasarnya dihasilkan melalui proses yang berkualitas, karena penuh ketaatan terhadap ketentuan yang disyaratkan.
Tanpa ini maka suatu organisasi sulit menghasilkan produk yang sesuai dengan harapan pelanggan. 

Standar sistem manajemen merupakan sarana untuk menjamin mutu suatu organisasi agar mamapu melaksanakan fungsinya sesuai dengan harapan masyarakat. Hal ini penting sekali untuk diketahui semua pihak terkait agar mereka sadar terhadap pentingnya standar.



SNI Valuasi
Judul: Standar Sistem Manajemen
Terbitan : Volume I/No.3/2007

 
   
Untitled Document /** * * */