Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

SIARAN PERS Akreditasi Berikan Nilai Tambah Dalam Rantai Pasok

  • Selasa, 25 Juni 2019
  • - -
  • 276 kali

SIARAN PERS

No.1915/BSN/B3-b3/06/2019

Akreditasi Berikan Nilai Tambah Dalam Rantai Pasok

 

Seiring perkembangan teknologi dan industri, rantai pasok produk semakin global dan kompleks karena dapat melibatkan berbagai lokasi di negara yang berbeda. Hal ini menimbulkan tantangan yang besar dalam hal kualitas, kecepatan pengiriman, biaya dan fleksibilitas operasional dengan tetap memenuhi persyaratan standar dan regulasi yang ditetapkan.

Delapan puluh persen perdagangan melibatkan elemen pengujian, kalibrasi, inspeksi dan kegiatan sertifikasi, yang secara kolektif dikenal sebagai penilaian kesesuaian. Salah satu contohnya adalah perdagangan produk-produk halal. Dibutuhkan jaminan yang kredibel untuk memastikan kompetensi lembaga penilaian kesesuaian dalam melakukan pengujian, kalibrasi, serta sertifikasi halal.

Dulu, perdagangan ekspor Indonesia ke Uni Emirat Arab sempat terkendala karena belum ada pengakuan akreditasi dari sertifikat halal yang diterbitkan terhadap produk Indonesia yang diekspor kesana. “Saat ini lembaga sertifikat halal yang ada di Indonesia sudah terakreditasi KAN. Setelah adanya saling pengakuan, kini kegiatan ekspor ke Uni Emirat Arab dalam konteks pengakuan sertifikat halal sangat lancar,” terang Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang juga Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN), Bambang Prasetya dalam acara Temu Nasional Pemangku Kepentingan Bidang Akreditasi dalam rangka Peringatan Hari Akreditasi Dunia 2019 di Jakarta, Selasa (25/06/2019).

Tahun ini, Peringatan Hari Akreditasi Dunia 2019 berfokus pada tema “Accreditation: Adding Value to Supply Chains”. Akreditasi yang didukung oleh standar yang disepakati secara internasional, lanjut Bambang, merupakan kegiatan penilaian kesesuaian untuk memastikan kompetensi dari pengujian, kalibrasi, sertifikasi dan inspeksi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan secara internasional.

“Objektifitas, transparansi, dan keterbukaan dalam proses akreditasi, yang menghasilkan lembaga penilaian kesesuaian yang kompeten, konsisten dan imparsial, menunjukkan akreditasi dapat menjadi jaminan yang kredibel dan terpercaya dalam mendukung perdagangan. Dapat dikatakan, akreditasi akan memberikan nilai lebih pada rantai pasok perdagangan,” ujar Bambang.

Pada kesempatan membuka acara Peringatan Hari Akreditasi Dunia 2019, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Mohamad Nasir pun menyebutkan pentingnya akreditasi. Menurut Menteri Nasir, akreditasi memainkan peran yang sangat penting dalam mengurangi biaya perdagangan dan kegiatan bisnis, meningkatkan transfer teknologi, serta meningkatkan investasi.

“Jaminan akreditasi memungkinkan pelaku bisnis untuk berintegrasi ke dalam rantai pasok global, dengan membuktikan mutu produk melalui “bahasa teknis” yang dibutuhkan untuk membangun kepercayaan antar mitra bisnis,” ujar Nasir.

Jaminan kesesuaian dengan standar / kualitas, lanjutnya, adalah hal yang mutlak dalam upaya meningkatkan daya saing produk. Mutu dan efisiensi merupakan kata kunci dalam daya saing global. BSN dan KAN selalu berupaya mempersiapkan infrastruktur mutu agar dapat memfasilitasi perdagangan barang atau jasa ke negara mitra.

Perkembangan LPK di Indonesia

Deputi Bidang Akreditasi BSN sekaligus Sekretaris Jenderal KAN, Kukuh S. Ahmad mengatakan, sampai dengan April 2019, KAN telah mengakreditasi 2.057 lembaga penilaian kesesuaian (LPK) yang terdiri dari 1.675 laboratorium (1315 laboratorium penguji, 278 laboratorium kalibrasi, 64 laboratorium medik, 18 penyelenggara uji profisiensi / uji banding antara laboratorium), 96 lembaga inspeksi dan 286 lembaga sertifikasi untuk berbagai skema, diantaranya skema akreditasi untuk sistem manajemen mutu SNI ISO 9001, sertifikasi produk, sertifikasi person, dan lain-lain.

Saat ini, KAN telah diakui secara internasional untuk 12 skema akreditasi yang dioperasikan karena sudah dipastikan kompetensinya melalui evaluasi oleh sesama anggota dari forum kerjasama badan akreditasi internasional yaitu International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) dan International Accreditation Forum (IAF). 12 skema akreditasi yang telah diakui internasional tersebut adalah 1) laboratorium penguji, 2) laboratorium kalibrasi, 3) lembaga inspeksi, 4) laboratorium medik, 5) penyelenggara uji prosfisiensi, 6) Sertifikasi sistem manajemen mutu, 7) Sertifikasi sistem manajemen lingkungan, 8) Sertifikasi produk, 9) Sertifikasi person, 10) Sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan, 11) Sertifikasi sistem manajemen keamanan informasi dan 12) Sertifikasi sistem manajemen energi.

“Pengakuan tersebut menunjukkan kontribusi KAN dalam memfasilitasi penerimaan produk dan jasa Indonesia ke berbagai negara, sekaligus menciptakan infrastruktur global untuk mendukung perdagangan, pemenuhan regulasi, dan jaminan serta peningkatan kepercayaan terhadap rantai pasok,” ujar Kukuh.

 

Jakarta, 25 Juni 2019

 

KLIPING BERITA WAD 2019 25 Juni 2019 :


1. http://possore.com/2019/06/25/akreditasi-berikan-nilai-tambah-dalam-rantai-pasok/


2. http://www.cakrawalanews.co.id/artikel/2933/Akreditasi-Berikan-Nilai-Tambah-Rantai-Pasok-Produk/


3. https://www.balipuspanews.com/pentingnya-akreditasi-untuk-nilai-tambah-rantai-pasok-produk.html

 

4. http://menara62.com/2019/06/25/menteri-nasir-ingatkan-pentingnya-standardisasi-bagi-setiap-produk/


5. Radio RRI 25 Juni 2019

 

6. http://sinarharapan.net/2019/06/semua-produk-harus-distandarisasi-agar-mampu-bersaing/


7. http://koranpelita.com/2019/06/25/menristekdikti-semua-produk-atau-barang-harus-memiliki-standardisasi/

 

8. http://mnctrijaya.com/news/detail/26926/menristekdikti-tekankan-pentingnya-standarisasi-produk-dan-jasa


9. http://www.biskom.web.id/2019/06/25/akreditasi-pangkas-biaya-bisnis.bwi

 

10. http://itechmagz.id/corporate-updates/akreditasi-berikan-nilai-tambah-dalam/


11. https://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/ptn8nm368/menristek-tekankan-pentingya-sertifikasi-produk-nasional

 

12. http://kabarjitu.com/2019/06/kan-telah-diakui-secara-internasional/


13. http://technology-indonesia.com/teknologi-a-z/umum/tingkatkan-daya-saing-produk-menristekdikti-tekankan-pentingnya-akreditasi/

 

14. https://suarakarya.co.id/akreditasi-mainkan-pernanan-penting-dalam-perdagangan/15528/


15. http://infopublik.id/kategori/sosial-budaya/355470/menristekdikti-akreditasi-tingkatkan-produk-mampu-bersaing

 

16. http://infopublik.id/kategori/sosial-budaya/355467/akreditasi-berikan-nilai-tambah-dalam-rantai-pasok


17. https://www.harianaceh.co.id/2019/06/25/menristek-tekankan-pentingya-sertifikasi-produk-nasional/

 

18. https://www.jpnn.com/news/menteri-nasir-akreditasi-mudahkan-produk-indonesia-tembus-pasar-global


19. Harian Kompas, 26 Juni 2019 Hal. 10 (Akreditasi Beri Nilai Tambah pada Rantai Pasok)

 

20. Tangerang Ekspress. 26 Juni Hal. 12 (Akreditasi Mudahkan Produk Tembus Pasar Global)


21. Harian Jawa Pos, 26 Juni 2019 Hal. 21 (Sertifikasi Jadi Jaminan)

 

22. https://jpp.go.id/ekonomi/perdagangan/333956-akreditasi-tingkatkan-daya-saing-bangsa-dalam-rantai-pasok-global


23. https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/ptp80k458/bpjph-gandeng-bsn-dan-kan-siapkan-wajib-sertifikat-halal

 

24. https://www.jitunews.com/read/103713/bpjph-gandeng-bsn-dan-kan-terapkan-standardisasi-halal


25. https://minanews.net/kerjasama-standardisasi-halal-antara-bpjph-dengan-bsn-dan-kan/

 

26. http://news.klikpositif.com/baca/52985/tiga-lembaga-dilibatkan-dalam-standardisasi-halal


27. https://www.topreneur.id/akreditasi-berikan-nilai-tambah-dalam-rantai-pasok/

 

28. https://www.itworks.id/20282/akreditasi-berikan-nilai-tambah-dalam-supply-chains.html


29. https://www.madaninews.id/7425/bpjph-gandeng-bsn-dan-kan-kerjasamakan-standarisasi-jaminan-produk-halal.html

 

30. https://gontornews.com/2019/06/27/bpjh-bsn-dan-kan-sinergi-dalam-standardisasi-halal/31.

 

 

 



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat