Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Platform Digital Menjamur, Kadin Mendorong Ekspor Produk Lokal

  • Jumat, 23 Agustus 2019
  • Humas BSN
  • 192 kali

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong ekspor produk lokal seiring menjamurnya usaha dan platform digital. Diharapkan. ekspor bisa membual daya saing produk lokal meningkat di tengah perdagangan antar negara yang semakin ketat.

 

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengatakan, perdagangan yang semakin terbuka di era digital harus dimanfaatkan Indonesia. Apalagi. produk asing yang masuk ke Indonesia melalui platform digital semakin banyak.

 

"Sangat positif masuknya barang asing untuk mendorong ekspor berbagai produk dari Indonesia." ujar Benny saat berbincang dengan Rakyat Merdeka di kantornya, kemarin.

 

Ia mengungkapkan, produk asli lokal bisa lebih gencar dipasarkan ke negara lain terutama negara China. "Sebetulnya impor dalam perdagangan terbuka tidak masalah kita kan sudah terbuka," ungkapnya.

 

Menurutnya, impor produk bukan masalah dalam perdagangan online. Ia hanya mengingatkan, perlakuan produk impor di marketplace harus serupa dengan aturan barang impor yang beredar di pasar offline.

 

"Ya impor tidak masalah. Asalkan perlakuan barang yang diimpor melalui e-commerce harus sama dan ketat seperti barang yang diimpor melalui offline," tegasnya.

 

Ia mengatakan, produk impor di marketplace sudah semestinya diikat aturan layaknya produk impor di pasar offline. "Jadi barang impor yang beredar di offline memenuhi SNI misalnya ya, maka yang di pasar online juga harus memenuhi SNI.Terus kalau harus memenuhi BPOM maka penuhi aturan BPOM juga," tegas dia.

 

Gandeng Singapura

Benny menambahkan, saat ini sumber daya manusia (SDM) di sektor perdagangan masih perlu ditingkatkan untuk menghadapi persaingan global yang kompetitif. "Untuk meningkatkan kapasitas SDM ekspor-impor. Kadin menggandeng Singapore Management University (SMU) dan Anchorage Indonesia," ujarnya.

 

Ia mengatakan, kerja sama ini untuk mengadakan program pelatihan yang rencananya akan digelar di Jakarta pada 18-21 November 2019. "Untuk program ini Kadin akan menjembatani dengan perusahaan-perusahan keuangan yang tergabung di Kadin serta melibatkan Universitas Manajemen Singapura dan Anchorage Indonesia untuk pelaksanaannya," kata Benny.

 

Ia mengatakan, dalam dinamika bisnis modem seperti sekarang SDM perlu mengerti benar teknik-teknik pembiayaan ekspor yang terjadi sekarang ini seperti apa. "Tantangan perdagangan kita cukup besar, apalagi dalam hal ekspor," ungkap Benny. Direktur Anchorage Indonesia Budi Harsono Lim menilai, keterlibatan Singapore Management University penting. Selain memiliki reputasi yang baik dalam bidang ekonomi. SMU juga memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai Indonesia.

 

"Kami akan didukung oleh fasilitator-fasilitator yang ber- taraf internasional. Tidak hanya mengenai prosedur perdagangan, nantinya program akan mengupas bahasan mengenai aspek fundamental dari ekspor-impor hingga mengenai jenis dan sumber fasilitas-fasilitas kredit dalam perdagangan," jelas Budi.

 

Wakil Direktur Pengembangan BiSNIs Singapore Management University Caiy Chan menyampaikan, bahwa pihaknya akan terlibat langsung dalam Sertifikasi peserta program. "Sertifikasi untuk pelatihan commodities and trade finance ini akan diakui dan dikeluarkan dari Universitas kami." pungkas Cary Chan. ■ jar

 

Harian Rakyat Merdeka, 22 Agustus 2019 halaman 15



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat