Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Pelatihan HACCP bagi Calon Pendamping IKM Pangan di Sumbagsel

  • Minggu, 08 Desember 2019
  • KLT Palembang
  • 1825 kali

Untuk mengakselerasi penerapan SNI IKM Pangan di Sumatera Selatan, Badan Standardisasi Nasional melalui KLT BSN Wilayah Palembang bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya dan Masyarakat Standardisasi Nasional DPW Sumatera Selatan menyelenggarakan pelatihan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) bagi 27 calon pembina/pendamping penerapan SNI di IKM Pangan, Palembang, 3-5 Desember 2019. Peserta berasal dari UNSRI, MASTAN Sumsel, Unika Musi Charitas, Dinas Provinsi Sumsel dan Lampung serta IKM yang memiliki target ekspor.

 

IKM pangan ini unik, karena merupakan sektor dominan dengan kontribusi besar di ekonomi RI, di sisi lain banyak regulasi yang mengatur. Menjadi pembina atau coach IKM Pangan ini harus sepenuh hati agar hasilnya penuh juga, karena jika setengah-tengah, hasilnya pun setengah, demikian ujar Novia Priyana, pemateri pelatihan HACCP.

Setelah menguasai HACCP ini, pembina diharapkan mampu membantu IKM dalam menerapkan sistem keamanan pangan yang efisien, jadi selain produk akhirnya tersertifikasi, aman dikonsumsi, tapi juga rendah ongkos produksi, sehingga produknya mampu bersaing, konsumen mendapatkan produk pangan yang aman, bermutu dengan harga terjangkau, IKM semakin untung, lanjut Novia Priyana.

Bertempat di Wisma UNSRI Palembang, pelatihan tiga hari ini diisi dengan kuliah, diskusi, latihan menyusun manual HACCP dan kunjungan ke eksportir udang beku dan kodok beku PT Lestari Magris, di Pulau Kemaro memperagakan audit HACCP (ketertelusuran produk).

Sektor industri makanan dan minuman (mamin) masih menjadi sektor unggulan ekonomi RI. Data dari kemenperin seperti dikutip dalam Pikiran Rakyat (01/08/2019), industri mamin menyumbang 6,35% terhadap PDB Nasional atau 35,58% terhadap PDB Industri non-migas, terbesar di antara sektor manufaktur non-migas lainnya.

Tahun 2018 menjadi penyerap terbesar tenaga kerja, yakni mencapai 18,25 juta. Menjadi penopang peningkatan nilai investasi sebesar Rp 56,60 Triliun. Penopang kinerja ekspor senilai USD 29,91 Miliar dengan tujuan ekspor lebih dari 100 negara.

 

Sektor mamin masuk sebagai 1 dari 10 industri unggulan nasional dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035. IKM sektor mamin juga mendominasi di IKM yang dibina oleh BSN.(kltplm)

 

Materi pelatihan dapat diakses di https://s.id/MateriHACCP