Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Catat Sejarah, Untuk Pertama Kalinya Kerupuk Ikan Gabus Palembang Ekspor ke Singapura

  • Senin, 06 Januari 2020
  • Humas BSN
  • 620 kali

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Bukan hanya pempek, Palembang punya beragam kuliner lainnya yang enak dan lezat.

Awal tahun 2020, Palembang mencatatkan sejarah dengan mengekspor pertama kalinya kerupuk ikan Palembang ber-SNI dan halal.

Ekspor pertama kalinya ini dikirim ke Singapura melalui pelabuhan Boom Baru Palembang.

Sebanyak 439 Kilo kerupuk ikan dikirim ke Singapura atau senilai Rp 98 juta.

Kerupuk ikan yang sudah memenuhi SNI ini dibuat oleh wong Palembang, yaitu dari UMKM Rizky yang beralamat di 3-4 Ulu, Seberang Ulu I, Kota Palembang.

Ini merupakan ekspor pertama dan menjadi penyemangat untuk terus berinovasi mengembangkan bisnis kuliner khas Palembang agar semakin diminati pasar luar negeri.

"Alhamdulilah sejak mengantongi SNI semakin percaya diri mengolah kuliner karena semakin banyak pesanan dan hari ini pertama kalinya ekspor dalam jumlah banyak," ujar Owner Pempek Rizky, Syaiful Jamal, Sabtu (4/1/2020).

Jalan panjang dilakoni Jamal dalam menjalankan usaha ini.

Ia memulai bisnis sejak tahun 80-an yang hanya dijalankan oleh keluarga.

Kini Jamal dibantu delapan karyawannya memproduksi aneka olahan ikan 2.160 kg dalam satu tahun.

Produksinya ini dibeli konsumen dari dalam dan luar kota bahkan juga ekspor.

Jamal mengatakan produksi kulinernya spesialis ikan gabus karena menurutnya pempek asli Palembang itu dibuat dari ikan air tawar bukan ikan laut.

Salah satu bahan baku ikan air tawar yakni gabus. Selain rasanya lebih gurih, bahan baku juga mudah didapat dan tidak amis dan harga jualnya bisa lebih terjangkau.

Kepala Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (BSN) Palembang Hariyanto mengatakan kerupuk Ikan UMKM Rizky sudah menerapkan SNI 8272:2016 melalui tahap pengujian dan tersertifikasi SNI oleh Lembaga Sertifikasi Produk LPPHP Lampung yang terakreditasi KAN.

"Dalam proses sertifikasi SNI, UMKM Rizky mendapat pendampingan dari Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Palembang," ujarnya.

Hari mengatakan langkah awal ekspor ini diharapkan bisa terus berlanjut dan berefek bola salju untuk produk UMKM Sumsel lainnya.

Apalagi Sumsel merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar sebagai penghasil ikan air tawar dan produk olahannya.

 

Link: https://sumsel.tribunnews.com/2020/01/05/catat-sejarah-untuk-pertama-kalinya-kerupuk-ikan-gabus-palembang-ekspor-ke-singapura