Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Permen Jelly Pertama di Indonesia yang ber-SNI

  • Rabu, 06 Mei 2020
  • Pusat ALLI
  • 2353 kali

Kabar gembira ditengah lesunya perekonomian yang diakbitkan oleh wabah pandemic Covid-19, UMKM Cottoni Panrita berhasil meng-SNI-kan produk olahan berbahan dasar rumput laut. Sesuai dengan aturan yang dipersyaratkan pada SNI 3547.2:2008 Kembang Gula – Bagian 2: Lunak, produk Cottoni Panrita ini telah memenuhi persyaratan SNI tersebut. Dalam penerapannya SNI ini masih bersifat sukarela, sehingga permen jelly produk UMKM Cottoni Panrita merupakan  pertama di Indonesia yang telah mengantongi label SNI.

 

Kembang Gula Lunak (Permen Jelly) produk UMKM Cottoni Panrita sebagai salah satu produk unggulan Olahan hasil Laut Sulawesi Selatan berada di Jalan Menara No.78, Kelurahan Bintaroe Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba, sebagai salah satu produk unggulan daerah Sulawesi Selatan, menjadikannya salah satu oleh-oleh khas Makassar yang digemari. Dengan mendapatkan SPPT-SNI, Ibu Daniah sebagai pemilik merk dagang LOPY sadar bahwa meskipun produknya masih dalam skala produksi industri rumahan, namun untuk dapat bersaing dengan produk lainnya di pasaran perlu memiliki nilai jual yang lebih. Pembinaan dari BSN pun disambut dengan baik oleh Ibu Daniah, beliau menyampaikan bahwa dalam prosesnya bukan hal yang mudah untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), butuh komitmen yang kuat, kesadaran karyawan dan konsistensi dalam penerapannya. Selain itu, produk Permen jelly telah lolos uji laboratorium yang terakreditasi sesuai dengan SNI 3547.2:208. Dengan diberikannya Tanda SNI pada produk Cottoni Panrita menunjukkan bahwa kembang gula Lunak olahan rumput laut Ibu Daniah sudah layak dan aman dikonsumsi serta berkualitas. Dengan diterapkannya Good Manufacturing Practice (GMP), Sertifikasi Kelayakan Pengolahan (SKP) dari Dinas Perikanan dan dengan diberikannya label SNI pada produk Cottoni Panrita diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan daya jual produk dipasaran.

Sampai dengan saat ini Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN SulSel telah melakukan pembinaan kepada beberapa UMKM di Sulawesi Selatan  dan 9 diantaranya telah mendapatkan label SNI yaitu CV Waelino (AMDK), UD Nagamas ( Saos Cabe), KUB Reski (Garam beriodium), Mappanyuki (Bakso Ikan), CV Eltisya (Otak-otak Ikan), KSM Tengiri (Bakso Ikan), 88 Marijo (Amplang Ikan) dan terbaru di 2020 adalah Anai (Markisa) dan Cottoni Panrita (Kembang Gula lunak rumput laut). Hal ini sebagai dukungan untuk Gerakan Sulsel ber-SNI. Diharapkan dengan sulsel berSNI perkenomian rakyat semakin meningkat (KLT_sulsel).