Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Kepala BSN Resmi Dilantik

  • Rabu, 10 Juni 2020
  • Humas BSN
  • 993 kali

 

 

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, melantik Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad di Ruang Jirap Gedung B.J. Habibie, Jakarta pada Rabu (10/6/2020). Sebelumnya, Kukuh menjabat sebagai Deputi Bidang Akreditasi BSN sekaligus Sekretaris Jenderal Komite Akreditasi Nasional (KAN).

 

Acara pelantikan disertai serah terima jabatan dari Kepala BSN periode 2012-2020, Bambang Prasetya kepada Kepala BSN, Kukuh S. Achmad. Hadir sebagai saksi adalah Sekretaris Utama BSN, Puji Winarni dan Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, Erry Ricardo Nurzal. Pelantikan ini dihadiri Kepala BPPT, Kepala LIPI, Kepala Bapeten, Kepala Batan diwakili oleh Sekretaris Utama, Kepala LAPAN diwakili oleh Sekretaris Utama, serta jajaran Pejabat Eselon I BSN dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menjaga jarak.

 

 

Pada sambutannya, Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro mengharapkan kinerja BSN dari sisi birokrasi semakin baik lagi. “BSN dapat menjadi enabler dalam proses industri dan yang terkait dengan Kemenristek/BRIN dengan upaya inovasi yang sedang menggebu-gebu dilakukan oleh berbagai pihak di Indonesia”, ungkap Bambang. Bambang berpesan agar di bawah kepemimpinan Kukuh, BSN tetap aktif dalam forum internasional, baik dalam partisipasi maupun memperjuangkan kepentingan Indonesia, khususnya kepentingan produk dan inovasi yang berasal dari Indonesia.

 

Dalam kondisi pandemik global sekarang, BSN harus bisa menjaga kepentingan produk-produk Indonesia, agar jangan sampai euforia setelah pandemik tidak termanfaatkan dan kita dibanjiri produk asing. “Diperlukan tidak hanya wisdom namun juga terobosan kebijakan.” Tukas Bambang. Bambang juga berharap, sebagai bagian dari keluarga besar Kemenristek/BRIN, BSN terus berkoordinasi dengan LPNK lain di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN dalam rangka mempercepat inovasi.

 

Ditemui seusai acara, Kukuh menyampaikan visi dan misi sebagai Kepala BSN yang baru. Kukuh akan melanjutkan cita-cita Undang-Undang No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, yaitu melindungi masyarakat Indonesia dalam aspek kesehatan, keamanan dan keselamatan, serta untuk menyehatkan daya saing nasional maupun di pasar global. Untuk mewujudkan hal itu, beberapa langkah yang dilakukan di antaranya dengan strategi merumuskan SNI, yaitu dengan fokus merumuskan SNI yang diperlukan untuk perlindungan dan meningkatkan daya saing. Dalam penerapan standar, BSN akan mengenalkan SNI lebih intens lagi kepada UMKM agar semakin mampu bersaing dengan produk luar. Dalam konteks penilaian kesesuaian, BSN akan memelihara dan meningkatkan pengakuan internasional yang sudah diperoleh BSN di bidang penilaian kesesuaian. “Terakhir, BSN harus mampu memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan stakeholder terkait standardisasi dan penilaian kesesuaian. BSN tidak boleh menjadi rantai birokrasi baru yang menghambat daya saing nasional,” tutup Kukuh.

 

Kukuh memiliki berbagai prestasi baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional, seperti menjadi Evaluator Internasional Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) pada tahun 2008, menjadi Anggota Selection Committee Laurence D. Eicher (LDE) Award di International Organization for Standardization (ISO) 2012-2014, serta menjadi salah satu Anggota Technical Management Board (TMB) di ISO yang beranggotakan 14 orang yang mewakili 163 negara anggota ISO tahun 2012 – 2014. (put-Humas)

Kepala BSN, Kukuh S. Achmad, berfoto bersama dengan Kepala BSN periode 2012-2020, serta jajaran Deputi BSN