Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Sikap yang Mengantarkan Alumnus Farmasi UGM Angkatan 1983 Ini Jadi Kepala BSN

  • Kamis, 18 Juni 2020
  • Humas BSN
  • 251 kali

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Rabu (10/6/2020) menjadi hari yang bersejarah bagi Apt. Drs. Kukuh Syaefudin Achmad, M.Sc. Sebab, pada hari itu, namanya disebut sebagai Kepala BSN (Badan Standardisasi Nasional) periode 2020-2025.

Alumnus Fakultas Farmasi UGM angkatan 1983 itu dilantik Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro di Ruang Jirap Gedung B.J. Habibie, Jakarta. Amanah sebagai Kepala BSN sekaligus Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN) membuat Kukuh meninggalkan jabatan lamanya. Yakni Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN serta Sekretaris Jenderal KAN.

Di balik prestasi moncernya menduduki posisi tertinggi di BSN, Kukuh tentu menyimpan kisah perjuangan panjang. Kisah itu dimulai setelah dia menyelesaikan program apoteker dari Fakultas Farmasi UGM pada 1989.

Sebagai freshgraduate yang haus akan pengalaman, Kukuh tidak neko-neko. Keinginannya sederhana, ingin bekerja di Jakarta. Lantas berangkatlah dia ke Jakarta dan diterima sebagai pegawai honorer. Yakni di Balai Bimbingan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BBPMHP), Ditjen Perikanan, Departemen Pertanian. Meski keinginan bekerja di Jakarta terwujud, lelaki kelahiran 1965 ini harus menghadapi godaan untuk keluar dan mencari pekerjaan lain.

Maklum, kenyataan bekerja di lingkungan pemerintah dengan gaji pas-pasan pada waktu itu memang tak bisa dimungkiri. Hingga pada suatu ketika, Kukuh bertemu dengan para pegawai yang punya hobi sama: bermain musik. Dari situlah kekukuhan sikapnya untuk bertahan muncul dan niat untuk pergi dipendam dalam-dalam.

“Seandainya saya tidak bertemu dengan kelompok pegawai yang gemar main musik, mungkin saya tidak akan bertahan sejauh ini,” kata Kukuh, melansir laman resmi Fakultas Farmasi UGM. Setelah dua tahun mengabdi di BBPMHP, Kukuh memperoleh kesempatan untuk bertolak ke Negeri Ratu Elizabeth II, Inggris.

Pria asal Purbalingga itu menempuh pendidikan S2 Teknologi Pangan di University of Humberside. Kukuh lantas dipercaya jadi perwakilan Departemen Pertanian sebagai anggota tim lintas departemen di Dewan Standardisasi Nasional (DSN). Itu terjadi setelah dia pulang dari Inggris pada 1994.

Di sana, Kukuh terlibat dalam persiapan pembentukan lembaga baru yang nanti mengurusi standar dan akreditasi. Melalui Keputusan Predien No 13 tahun 1997, akhirnya terbentuklah BSN dan KAN. Keduanya memiliki tugas untuk memberikan akreditasi laboratorium serta sebagai lembaga inspeksi dan sertifikasi di Indonesia. Di sisi lain, apa yang ditunjukkan Kukuh sewaktu mengawali karier ternyata telah tercermin sejak dia menempuh kuliah di Fakultas Farmasi UGM.

Hidup sebagai anak kos, jauh dari orang tua, dan minim secara finansial, menjadi alasan dirinya menjalankan siasat tangguh, yakni berhemat. Hal itu dilakukan Kukuh dengan memilih tempat kos yang murah dan sederhana. Bahkan, saat kemarau tiba, dia terpaksa mandi di tepian Kali Code karena air sumur di kosnya kering.

“Uang kiriman orang tua sering kali tidak cukup untuk biaya hidup sebulan,” ujar Kukuh.

“Sehingga saya harus bisa mengatur uang kiriman orang tua tersebut dengan cara secermat mungkin,” terang anak keempat dari tujuh bersaudara ini.

Kondisi keluarganya yang tergolong sulit melatarbelakangi Kukuh untuk berlaku demikian. Sebab, ayahnya yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar harus membiayai kuliah tujuh orang anak.

Kendati demikian, masa-masa kuliah di UGM itu diakui dia sebagai episode kehidupan yang amat berkesan. Kukuh, yang semasa kuliah gemar mengikuti kegiatan sosial, lantas menarik benang merah atas kejadian dalam hidupnya.

“Keberhasilan atau kesuksesan seseorang ketika sudah terjun di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kesuksesan akademis kita selama kuliah,” ucap Kukuh.

“Akan tetapi kepekaan kita terhadap lingkungan strategis juga ikut berperan,” sambungnya. Kepada mahasiswa dia berpesan agar memiliki karakter kejujuran, kepekaan, komunikasi, leadership, dan disiplin. “Karakter komplet seperti itu memang tidak mudah dicapai, tetapi dapat menjadi prioritas untuk mengembangkan diri mahasiswa,” tutur Kukuh

“Karena hal itu dapat memengaruhi episode perjalanan hidup selanjutnya, percayalah!” pungkas sosok yang berulang tahun tiap 10 Februari tersebut. (Ts/-Th)

 

Tautan Berita: Sikap yang Mengantarkan Alumnus Farmasi UGM Angkatan 1983 Ini Jadi Kepala BSN