Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Dukung Pembangunan Sektor Kesehatan, Kepala BSN Audiensi dengan Menteri Kesehatan

  • Senin, 20 Juli 2020
  • Humas BSN
  • 555 kali

 

Kepala BSN, Kukuh S. Achmad didampingi seluruh Eselon I BSN melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Senin (20/7/2020) di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta. Pada pertemuan ini, Kepala BSN menyampaikan kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian (SPK) dalam mendukung kemajuan pembangunan sektor kesehatan.

“Hingga Maret 2020, dari 13.071 SNI, BSN telah menetapkan 273 SNI untuk sektor kesehatan,” jelas Kukuh.  Sementara itu, jumlah Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) yang telah diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) kurang lebih 222 LPK.

Sementara itu, dalam mendukung penanganan Covid-19, beberapa kegiatan yang telah BSN lakukan diantaranya perumusan 31 SNI terkait Covid-19; Penyusunan sertifikasi peralatan kesehatan; Penunjukan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) untuk masker dan sarung tangan; Pendataan 55 laboratorium pengujian dan medis yang dapat menguji Covid-19; Kebijakan remote assessment KAN ke LPK dan remote audit (LPK ke industri); Fasilitasi pelaku usaha dan LPK; Pengujian dan kalibrasi ventilator dan termometer; serta Edukasi terkait Covid-19.

Menteri Terawan merespon positif apa yang sudah dilakukan BSN. Peranan laboratorium yang terstandardisasi dalam penanganan Covid-19 sangatlah penting. Regulasi melalui SNI bisa menjadi jalan controlling laboratorium PCR. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) juga perlu mengecek seluruh laboratorium di seluruh Indonesia untuk tes PCR.

Menteri Kesehatan Terawan melanjutkan bahwa diperlukan kerjasama antara BSN dengan Kementerian Kesehatan yang berkaitan dengam regulasi. "Operasional lab sangat berbahaya jika tidak distandardisasi termasuk untuk keamanan data. SNI sudah terpatri di benak masyarakat Indonesia, untuk itu BSN bersama Balitbangkes dapat bergabung untuk melakukan penelitian penerapan SNI berkaitan dengan standar kesehatan, termasuk kepada laboratorium-laboratorium dengan kemampuan tes PCR,” tutup Terawan

Dalam pertemuan ini, dapat disimpulkan, bahwa penerapan SNI pada laboratorium yang menyangkut Covid-19 sangat penting karena berdampak pada keamanan data dan keselamatan manusia. (PjA – Humas)

 

Galeri foto: Dukung Pembangunan Sektor Kesehatan, Kepala BSN Audiensi dengan Menteri Kesehatan