Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Manfaat Penerapan SNI Pada Cat

  • Jumat, 11 September 2020
  • Humas BSN
  • 413 kali

Cat merupakan produk yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada dinding rumah, pintu, meja,ataupun mainan anak-anak. Di negara-negara maju, penerapan standar penggunaan bahan baku pada cat telah mendapat perhatian khusus karena mempunyai dampak pada kesehatan dan lingkungan bila kualitasnya tidak dijaga. Sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan, keselamatan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan di Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan 28 Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait cat, salah satunya SNI 3564:2014 Cat Tembok Emulsi.

 

“Kita tahu bahwa cat sangat rentan dengan bahan bahaya logam berat yang apabila melebihi ambang batas bisa membahayakan konsumen dan juga lingkungan. Untuk itu, penggunaan tanda SNI pada produk cat dapat menjadi jaminan kualitas produk sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen, ujar Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pelaku Usaha, Direktorat Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nur Hidayati dalam webinar “Persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) Cat” yang diselenggarakan oleh PT. IAPMO Group Indonesia pada Selasa (1/9/2020).

 

Saat ini, Kementerian Perindustrian mencatat dengan konsumsi 25.000 – 30.000 ton per tahun secara nasional. Sayangnya, masih terdapat 18.000 – 23.000 ton cat dan produk pendukung asal impor yang diragukan kualitasnya. Adapun berdasarkan data penerap SNI di aplikasi bangbeni.bsn.go.id untuk kategori cat, terdapat 5 industri yang telah menerapkan cat tembok emulsi bersertifikat SNI. Salah satunya adalah PT. Propan Raya Industrial Coating Chemicals.

 

Kendati penerapan SNI untuk produk cat bersifat sukarela, namun PT Propan Raya ICC berkomitmen untuk menerapkan SNI pada produknya. “Cat ber-SNI akan melindungi konsumen dari bahan-bahan yang berbahaya seperti logam berat. Cat ber-SNI juga mendapat fasilitas untuk masuk ke pengadaan barang pemerintah dan memenuhi persyaratan masuk ke beberapa outlet modern. Untuk itu, kami berkomitmen untuk terus menerapkan SNI pada produk kami,” ujar GM International Business Development PT Propan Raya ICC, Haryandi Talan.

 

Cat ber-SNI memiliki nilai tambah dibandingkan cat yang tidak ber-SNI. Maka, untuk mendorong penerapan SNI pada produk cat, BSN memberikan pendampingan dan pembinaan bagi industri cat dalam penerapan SNI hingga siap mendapatkan sertifikasi tanda SNI pada produknya. Informasi pembimbingan industri melalui BSN dapat dilihat melalui https://pembimbingansni.bsn.go.id/pengajuan/industri-besar. BSN pun menyambut baik inisiasi PT. IAPMO Group Indonesia dalam mendorong penerapan SNI pada produk cat untuk perlindungan konsumen dan kelestarian fungsi lingkungan.