Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Reviu Indikator Kinerja Utama untuk Meningkatkan Kualitas SAKIP BSN

  • Jumat, 09 Oktober 2020
  • T H
  • 466 kali

Foto Reviu IKU BSN

 

Akuntabilitas kinerja yang merupakan garda depan menuju good governance berkaitan dengan bagaimana instansi pemerintah mampu mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran negara untuk sebaik-baiknya pelayanan publik. Perubahan mindset dan culture-set penyelengaraan birokrasi yang semula berorientasi kerja (output) menjadi berorientasi kinerja (outcome) merupakan titik berat dalam konsep akuntabilitas kinerja. 

Agar pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dapat  berjalan  sesuai  dengan  arah  yang telah  ditetapkan,  maka  perlu  dilakukan  evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dari hasil pelaksanaannya. Evaluasi implementasi SAKIP di seluruh K/L/D yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB).

Sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi SAKIP, Badan Standardisasi Nasional pada hari Rabu (7/10), telah melakukan reviu Indikator Kinerja Utama (IKU) yang diiikuti oleh Kepala BSN, eselon I, eselon II, dan tim AKIP BSN dengan narasumber dari Kementerian PAN-RB, Ananda Juarsa. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terbatas dengan metode luring (offline) dan daring (online). Kegiatan reviu IKU yang dilakukan saat ini merupakan serangkaian kegiatan pembahasan IKU yang telah dilakukan beberapa kali dimulai sejak awal bulan September 2020.

Dalam sambutannya, Puji Winarni selaku Sekretaris Utama BSN, mengatakan bahwa dibutuhkan komitmen pimpinan dan seluruh pegawai BSN untuk meningkatkan kualitas IKU dan SAKIP BSN. Untuk itu BSN akan bersedia mengikuti saran dari Kementerian PAN-RB terkait peningkatan evaluasi SAKIP khususnya IKU BSN.

Sedangkan Ananda Juarsa mengatakan bahwa suatu Indikator Kinerja Utama (IKU) di instansi pemerintah harus bersifat SMART-C yaitu Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound dan Cukup. Dalam pertemuan tersebut Ananda Juarsa berpendapat bahwa IKU BSN sebenarnya sudah SMART namun belum Cukup sehingga perlu diberikan indikator yang tepat untuk mengukur sasaran strategis yang telah di tetapkan untuk mendukung Visi dan Misi BSN. Selain itu, Ananda Juarsa juga mengatakan bahwa semua IKU yang berada pada level lembaga, level eselon I maupun level eselon II harus bersifat hasil atau outcome sehingga dapat meningkatkan kualitas kinerja BSN. Dengan berbagai masukan dan saran tersebut, menunjukkan bahwa IKU BSN perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas SAKIP BSN dan pihak dari Kementerian PAN-RB melakukan pendampingan untuk melakukan perbaikan IKU BSN.

Berbagai diskusi dan masukan telah dilakukan dalam upaya memperbaiki IKU dan kinerja BSN pada tahun 2020-2024. Harapannya dengan perbaikan IKU tersebut, kinerja BSN dapat semakin dirasakan dampaknya atau hasilnya oleh masyarakat luas sesuai dengan cita – cita BSN.