Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Fasilitasi UMKM Masker Kain  

  • Sabtu, 10 Oktober 2020
  • Humas BSN
  • 1526 kali

 

Dalam masa pandemi COVID-19 ini, kebutuhan masker kian dirasakan oleh masyarakat. Pemerintah melalui satgas COVID-19 telah menghimbau agar masyarakat menggunakan masker kain untuk kebutuhan sehari-hari. Tentu, selain cara penggunaan yang harus benar, kualitas masker juga mempengaruhi efektifitas dari masker yang digunakan.

 

Setelah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 tentang Tekstil - Masker dari kain, Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendorong pelaku usaha untuk menerapkan SNI tersebut. Saat ini, BSN melalui Kantor Layanan Teknis (KLT) wilayah Jawa barat tengah memberikan pendampingan sertifikasi SNI Masker dari kain kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) Baby Fynn.

 

Kepala BSN, Kukuh S. Achmad mengapresiasi niat baik UKM Baby Fynn yang ingin mensertifikasi produknya sesuai SNI. “UKM Baby Fynn saya apresiasi karena memproduksi masker yang harapannya nanti akan disertifikasi SNI-nya, walaupun sertifikasi SNI masker dari kain saat ini masih bersifat sukarela,” tutur Kukuh saat mengunjungi UKM Baby fynn di Bandung, Kamis (8/10/20).

 

Dalam SNI 8914:2020, masker dari kain diklasifikasikan menjadi 3 tipe. Masker tipe A untuk penggunaan umum, tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan tipe C untuk penggunaan filtrasi partikel.

 

Owner UKM Baby Fynn, Irma Retnandalas menceritakan bahwa dalam memproduksi masker kain, ia berkonsultasi dengan BSN di Kantor Layanan Teknis BSN wilayah Jawa Barat. “Semenjak itu, BSN terus memberikan pendampingan pada kami hingga secara singkat masker kami diuji di Balai Besar Tekstil Kementerian Perindustrian,” ujarnya. Saat ini, skema sertifikasi sertifikasi SNI masker dari kain sedang disusun oleh BSN. Setelah proses tersebut selesai, para produsen masker dari kain dapat mengajukan sertifikasi ke Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang memiliki ruang lingkup sesuai SNI 8914:2020.

 

Hingga saat ini, Baby fynn telah memproduksi 850.000 masker. “Kami menawarkan produk kami ke lembaga pemerintah, bumn, maupun swasta dengan menunjukkan hasil uji kami. Alhamdulillah, responnya positif,” ucap Irma. Bahkan, kini UKM Baby fynn tengah mendapat pesanan dari lembaga pemerintah dan bumn sebanyak 315.000 masker. Hal tersebut menunjukkan bahwa jaminan akan kualitas dapat meningkatkan daya saing produk.

 

Komitmen UKM Baby Fynn dalam memproduksi masker kain yang berkualitas tentu dapat ditiru oleh pelaku usaha lain. Bagi para pelaku UMKM yang berminat menerapkan SNI, BSN memiliki program fasilitasi pembinaan UMKM setiap tahunnya. informasi terkait hal ini dapat dilihat di website BSN dan media sosial BSN. BSN juga menyediakan layanan konsultasi di Kantor BSN Unit Layanan Informasi Terpadu. Adapun untuk menjangkau pelaku usaha di daerah, BSN para pelaku usaha dapat berkonsultasi melalui Kantor Layanan Teknis yang tersebar di 5 kota besar: Bandung, Surabaya, Makassar, Palembang, dan Pekanbaru. (ald-Humas)