Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Fasilitasi Stakeholder, BSN Sediakan Koleksi Standar Secara Online

  • Jumat, 16 Oktober 2020
  • Humas BSN
  • 620 kali

Masa perkuliahan merupakan masa pembekalan diri menuju dunia sesungguhnya. Pasalnya, selepas lulus dari dunia perkuliahan, tantangan berikutnya adalah bertahan di dunia kerja, baik berkerja di suatu industri ataupun memiliki usaha sendiri. Untuk itu, seorang mahasiswa harus membekali diri dengan informasi-informasi terkini mengenai dunia pekerjaan.

 

Saat ini, perkembangan dunia tidak terlepas dari kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian. Tak dapat dipungkiri, adanya standardisasi dapat memperlancar arus perdagangan. Oleh karena itu, civitas akademika perlu memahami dasar-dasar ilmu standardisasi. “Standardisasi itu sesuatu yang pasti, harus dipelajari oleh semua orang, terutama mahasiswa, karena nanti akan masuk dunia kerja atau usaha sendiri,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama, dan Layanan Informasi Badan Standardisasi Nasional (BSN), Zul Amri saat membuka webinar Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian: Kunci Daya Saing Industri dan Akses Perdagangan Global pada Rabu, 14 Oktober 2020. Webinar ini diselenggarakan atas kerja sama antara BSN dengan Universitas Jember.   

 

Untuk membuka wawasan kaum mahasiswa akan standardisasi dan penilaian kesesuaian, saat ini BSN melalui unit layanan informasi dan perpustakaan telah menyediakan platform yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. “Dalam situs perpustakaan.bsn.go.id, mahasiswa dapat melihat banyak informasi mengenai kepustakaan standardisasi dan penilaian kesesuaian. Kami memiliki banyak koleksi standar yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa,” ujar Kepala Bagian Layanan Informasi dan Perpustakaan BSN, Minanuddin.

 

Bagi akademisi, standar dapat menjadi referensi dalam pendidikan, penelitian, praktik di laboratorium, dan lain sebagainya. Minanuddin menjelaskan, saat ini BSN memiliki koleksi standar yang dapat dimanfaatkan, diantaranya 2.164 buku referensi terkait standardisasi dan penilaian kesesuaian, 13.125 dokumen Standar Nasional Indonesia (SNI), 22.903 standar internasional ISO, 13.700 standar internasional IEC, serta 12.813 standar ASTM.  “Kami memiliki remote collection, sehingga referensi standar-standar internasional yang kami miliki selalu update,” terang Minanuddin.

 

Untuk memenuhi kebutuhan stakeholder, BSN menyediakan layanan pemesanan dokumen standar secara online melalui situs pesta.bsn.go.id, “Kami memiliki MoU dengan badan standar internasional, sehingga bila civitas akademika membeli dokumen standar baik SNI maupun standar internasional melalui kami, akan mendapatkan potongan harga,” tutur Minanuddin. Tidak hanya melayani pembelian dokumen standar, BSN juga menyediakan akses baca dokumen SNI secara gratis melalui akses-sni.bsn.go.id. “Ada sekitar 8000 SNI yang dapat dibaca secara online melalui akses-sni,” tutur Minanuddin.

 

Minanuddin menyatakan, website BSN merupakan sumber informasi standardisasi dan penilaian kesesuaian yang lengkap. Oleh karenanya, Minanuddin mengajak masyarakat, khususnya para peserta webinar untuk memanfaatkan website bsn.go.id dalam memenuhi kebutuhan informasi. “Saya harap, awareness mengenai standardisasi dan penilaian kesesuaian bagi civitas akademika dapat ditingkatkan,” harap Minuddin. (ald-Humas)