Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Lindungi Keamanan Informasi dalam Smart City dengan SMKI

  • Sabtu, 24 Oktober 2020
  • Humas BSN
  • 755 kali

Istilah smart city belakangan ini seringkali terdengar dalam berbagai kesempatan dan media, baik media cetak, elektronik, maupun media sosial. Smart city merupakan istilah yang menggambarkan kota yang memanfaatkan teknologi informasi yang mengintegrasikan seluruh infrastruktur dan pelayanan dari pemerintah kepada masyarakat, seperti dalam kegiatan administrasi, bidang pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pengelolaan kota.

 

Melihat kondisi saat ini, pengembangan kota cerdas ini menjadi kebutuhan mendasar untuk menghadapi tantangan pembangunan yang dihadapi kota. Untuk mendukung perkembangan smart city di Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah mengadopsi standar ISO, yaitu ISO 37120 menjadi SNI ISO 37120:2019 tentang Pembangunan perkotaan dan masyarakat yang berkelanjutan — Indikator-indikator untuk layanan perkotaan dan kualitas hidup dan SNI ISO 37122:2019 tentang Perkotaan dan masyarakat berkelanjutan – Indikator untuk kota cerdas. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah dalam webinar "Penerapan SNI ISO/IEC 27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi untuk Mendukung Terwujudnya Smart City" pada Kamis (22/10/2020) yang dilaksanakan melalui aplikasi zoom.

 

Selain itu, BSN juga sudah menyiapkan skema penilaian tingkat kematangan kota cerdas untuk pemerintah daerah. "Dokumen ini merupakan dokumen acuan bagaimana pemerintah daerah dapat melaksanakan penilaian tingkat kematangan kota cerdas terhadap ekosistem solusi cerdas dari layanan yang disediakan pemerintah daerah yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar bagi masyarakat," ungkap Zakiyah.

 

Dalam penerapan smart city harus didukung dengan teknologi informasi yang independen, yang dikelola dengan sistem manajemen yang baik, yaitu dengan menerapkan SNI ISO/IEC 27001:2013 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI).

 

Zakiyah menekankan, bagaimana digitalisasi dan penerapan SMKI dalam pengembangan kota cerdas, tidak hanya merupakan simbolis yang menunjukkan suatu kecanggihan, tetapi bagaimana dukungan dari penerapan SMKI mampu mendemonstrasikan bagaimana suatu kegiatan layanan pemerintahan lebih komprehensif, lebih sederhana, dan tidak parsial, sehingga kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat maupun permasalahan yang dihadapi kota bisa terselesaikan dengan baik.

 

Salah satu kota atau daerah di Indonesia yang telah mengembangkan smart city adalah provinsi Jawa Barat, yang diwujudkan melalui Jabar Digital Province. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja menjelaskan, melalui Jabar Digital Province ini, berbagai aspek dikembangkan mulai dari digital inklusif di wilayah perdesaan maupun perkotaan, peningkatan aspek pemerintahan, pendidikan, society 4.0, dan memberikan wadah untuk inovasi dan juga kolaborasi dengan berbagai pihak.

 

Pemprov Jabar sadar betul dalam pengembangan smart city, aspek keamanan informasi tidak dapat diabaikan. Inisiatif Pemprov Jabar terhadap penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik, yaitu dengan pengimplementasian SMKI pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik dan juga pada Operational Data Center Pemprov Jabar untuk meningkatkan keamanan terhadap transaksi elektronik antara dunia usaha dengan Pemprov Jabar yang masing-masing telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013.

 

Implementasi SMKI dalam lingkup smart city perlu melibatkan peranan dari berbagai pihak. Setiawan menjabarkan, setidaknya ada empat pihak yang terlibat dalam implementasi SMKI ini, yaitu Lembaga Sertifikasi yang melakukan sertifikasi, pemerintah yang menyusun regulasi penerapan SMKI, pelaku usaha sebagai mitra pemerintah, dan juga pengguna layanan yaitu masyarakat.

 

Dalam webinar yang juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube KLT BSN Jawa Barat ini juga turut hadir memaparkan materi, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi BSN, Slamet Aji Pamungkas yang mengupas tentang standar SNI ISO/IEC 27001:2013 SMKI, dan Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Tiomaida Seviana yang berbagi pengalaman dalam bagaimana pengimplementasian SMKI di lingkup Diskominfo Jawa Barat.(tyo-humas)