Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Dukung Pelestarian Aksara Nusantara

  • Selasa, 19 Januari 2021
  • Humas BSN
  • 637 kali

Penggunaan aksara nusantara dalam tradisi tulis sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Selama itu, berbagai aksara telah tercipta mengingat setiap etnik dapat mengembangkan tradisi tulisannya sendiri. Sebagai kekayaan budaya, aksara nusantara perlu dilestarikan agar dapat dikenal dan bahkan digunakan oleh generasi selanjutnya. Dengan perkembangan teknologi saat ini, aksara nusantara dapat dilestarikan melalui proses digitalisasi

“Kita ingin mendokumentasikan kekayaaan aksara kita agar tidak hilang, salah satunya melalui sistem komputer/digitalisasi agar terpelihara,” tutur Deputi Bidang Pengembangan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN), Nasrudin Irawan saat menerima audiensi dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) secara daring pada Senin (18/01/2021). Nasrudin berpendapat, dengan digitalisasi, orang-orang yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi secara tulisan dengan huruf latin, dapat menggunakan huruf/aksara daerah yang mereka kenal.

Digitalisasi Aksara merupakan sebuah konversi dari aksara yang tertulis menjadi aksara yang bisa diakses dan digunakan di Internet. Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo menuturkan, saat ini Indonesia tercatat memiliki 718 bahasa dengan 32 aksara nusantara. Namun belum semua terdigitalisasi. “Dari 32 aksara daerah, baru 7 aksara yang terdigitalisasi dan terdaftar di Unicode, yaitu aksara jawa, bugis, sunda, bali, batak, arab jawa/arab pegon, dan aksara rejang,” terang Yudho.

Yudho menegaskan, melalui program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (Mimdan), PANDI akan berupaya agar seluruh aksara yang ada di Indonesia di-digitalisasikan sehingga bisa dipergunakan di Internet melalui perangkat pintar seperti laptop, telfon genggam dan lainnya. Salah satu upaya yang telah dilakukan, saat ini PANDI sudah menjadi associate member di Unicode.

Kemudian, per 28 Juli 2020, PANDI sudah mengajukan proposal ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) untuk mendaftarkan IDN dot ina (.ina) atas aksara yang telah terdaftar di Unicode, dengan harapan nantinya ada alamat web dengan menggunakan aksara nusantara. Yudho pun berharap, BSN dapat turut mendukung upaya PANDI terkait status aksara daerah di Unicode dan ICANN. Pasalnya, Unicode tersinkronisasi dengan ISO/IEC 10646, sedangkan ICANN melihat status bahasa administratif berdasarkan ISO 3166. “Saya harap BSN dapat membantu agar aksara nusantara dapat masuk dalam bahasa administratif di ISO 3166,” tutur Yudho.

Dalam kesempatan ini, Nasrudin menyatakan bahwa BSN siap mendukung upaya pelestarian aksara nusantara yang diinisiasi oleh PANDI. “Kami akan mendukung proses digitalisasi aksara nusantara sesuai dengan kompetensi BSN, misalnya terkait dengan ISO,” tutur Nasrudin. Diharapkan, aksara nusantara yang di miliki Bangsa Indonesia dapat diperkenalkan kembali kepada masyarakat saat ini sehingga dapat terus dilestarikan keberadaannya. (ald-Humas)