Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

TOP BGT Bangun Sinergi Standardisasi Nasional

  • Sabtu, 27 Maret 2021
  • Humas BSN
  • 374 kali

gb. Motivator, Harsono Hadi

Dalam upaya meningkatkan kontribusi Badan Standardisasi Nasional (BSN) membangun bangsa, BSN menyelenggarakan seminar TOP BGT Bangun Sinergi Standardisasi Nasional pada Jumat (26/3/2021) di laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) BSN, Puspiptek. Seminar ini diikuti oleh seluruh keluarga besar BSN, baik secara tatap muka maupun daring.

Saat membuka acara, Kepala BSN, Kukuh S. Achmad menyampaikan bahwa BSN harus mampu hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bertepatan dengan hari lahir BSN 24 tahun yang lalu pada 26 Maret 1997, Kukuh pun meminta pada seluruh keluarga besar BSN untuk terus berkarya membangun bangsa, meneruskan cita-cita pendiri BSN.

Dalam membangun sinergi standardisasi nasional, BSN memiliki nilai-nilai TOP BGT, yaitu Trustworthy, Oriented to excellence, Professional, Beneficial, Growing, dan Teamwork. Trustworthy berarti kepercayaan, integritas. “Kita harus melakukan sesuatu karena panggilan hati kita. Sehingga antara yang dikatakan dengan yang dilakukan, sama,” tutur motivator Harsono Hadi dalam seminar tersebut.

Kemudian, oriented to excellence berarti selalu berupaya memberikan yang terbaik. “Doing something excellence kepada orang lain akan menimbulkan efek multiplier, walaupun tanpa disuruh. Dan, nantinya, kebaikan yang kita lakukan manfaatnya akan kembali lagi pada kita,” terang Harsono.

Adapun professional berarti proaktif, berkinerja tinggi, memiliki disiplin. Beneficial, berarti memberi manfaat kepada kemajuan organisasi, masyarakat, dan negara. Growing, berarti melakukan perbaikan berkelanjutan. Harsono pun menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan. “Perusahaan harus aware terhadap kinerja pegawai yang rendah, karena itu akan direpresentasikan oleh orang lain. Jadi, kita harus growing,” ujarnya.

Untuk tumbuh berkelanjutan, pegawai BSN pun harus mampu melakukan teamwork/kerja sama yang harmonis antar unit dengan penuh ikhlas dan empati. Harsono menyampaikan, kerja sama itu penting karena sejatinya pegawai BSN memiliki tujuan yang sama, visi yang sama, nilai yang sama, serta “musuh” yang sama. “Musuh” dapat diartikan sebagai perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai TOP BGT.

Pada intinya, untuk meningkatkan performa lembaga secara berkelanjutan, kuncinya adalah setiap insan BSN mau berubah menjadi lebih baik. Harsono menegaskan, perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Kemudian, perubahan juga hanya dapat terjadi bila kita mau mengubah cara berpikir. “Einstein pernah berkata, kalau kita ingin mendapatkan hasil yang berbeda, namun tetap menggunakan cara yang sama, maka hasilnya tidak mungkin berbeda” tuturnya.

Harsono pun berpesan agar nilai-nilai TOP BGT terinternalisasi di setiap insan BSN. “Budaya bukanlah sekedar tulisan, tapi apa yang kita lakukan, tutup Harsono. (ald-Humas)