Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Rapat Komnas IEC 2021  

  • Rabu, 07 April 2021
  • Humas BSN
  • 1113 kali

 

Komnas IEC melaksanakan Rapatnya yang pertama di tahun 2021 secara virtual pada hari Selasa (6/4/2021). Selain membahas tindak lanjut rapat Komnas IEC sebelumnya, Rapat yang dipimpin oleh Kepala BSN, Kukuh S. Achmad ini membahas beberapa agenda utama dan agenda lain-lain. Hadir dalam rapat Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral, Ditjen Ketenagalistrikan EBTKE, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, perwakilan asosiasi, dan perwakilan industri (Sucofindo, Schneider, Siemens, APPI, Panggung elektrik, dan lain-lain).

Beberapa hal yang diangkat dalam pembahasan diantaranya status keanggotaan Indonesia di IEC. Dalam hal ini dibahas juga keterlibatan pakar dalam keanggotaan Indonesia di IEC, pengembangan standar yang harmonis dengan IEC, Rencana hosting TC/SC, dimana BSN diusulkan pelaksana hosting pada TC 20 Electric cables, serta rencana workshop/seminar secara daring terkait perkembangan di salah satu TC P-Member yang akan diselenggarakan pada bulan Juni-Juli 2021.

Direktur Sistem Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Konny Sagala membahas laporan Kelompok Kerja Pengelolaan Penilaian Kesesuaian (KKPPK). Adapun yang ditekankan mengenai status keanggotaan Sucofindo sebagai NCB di Indonesia. Kementerian Perindustrian didorong untuk memberi dukungan pada LPK Indonesia agar NCB Sucofindo dan BS PPMB dapat mendukung potensi ekspor Indonesia.

Berdasarkan ruang lingkup akreditasi NCB/CBTL CB Scheme, maka hanya PPMB yang mempunyai ruang lingkup baterai primer dan sejenis. Untuk itu, PPMB diharapkan dapat memperluas ruang lingkupnya sesuai dengan produk produksi dalam negeri yang banyak di ekspor. Ada beberapa skema penerapan SNI yang akan dikembangkan pada tahun 2021 seperti terkait kendaraan listrik, konektor charging dan kabel charging, charger baterai rumah tangga, lampu LED swa-balast, peralatan teknologi informasi (tablet PC), serta modul LED untuk pencahayaan umum.

Kristianto Widiwardono menyampaikan Laporan pertemuan Management IEC General Meeting 2020 yang diadakan secara virtual di Jenewa, Swiss pada tanggal 9-13 November 2020 yang dihadiri oleh lebih dari 2500 delegasi dari 163 negara anggota IEC. Selain itu Kristianto juga menyampaikan laporan IEC Young Professional Program 2020 yang dihadiri oleh Dicky Arisikam dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan Ardianto dari PT. Sinko Prima Alloy.

Terkait dengan IEC General Meeting 2021 dan IEC Young Professional 2021 yang akan dilangsungkan secara fisik di Dubai, 3-7 Oktober 2021, dua peserta yang terpilih tahun 2020 akan ikut hadir secara fisik bersama satu peserta tahun 2021. Informasi selengkapnya dapat diperoleh di http://gm2021.iec.ch. Pendaftar dapat menghubungi Sekretariat Komnas IEC untuk mendapatkan username dan password dan melanjutkan pendaftaran secara online.

Sehubungan dengan pembahasan progres dan pertimbangan lanjutan Indonesia menjadi tuan rumah IEC GM 2025, terdapat catatan penting mengenai keputusan menjadi tuan rumah IEC General Meeting 2025. Sebagai tuan rumah IEC GM 2025, Indonesia akan mengirimkan surat resmi untuk dimundurkan sebagai tuan rumah dalam waktu yang akan ditentukan kemudian. Hal ini penting dilakukan mengingat status pandemic COVID19, pemulihan ekonomi nasional, serta rencana pemindahan Ibu Kota Negara. Selain itu dibahas juga potensi besarnya estimasi biaya, infrastruktur IT yang kuat, identifikasi sponsor, serta pemilihan kota pelaksanaan acara, manfaat dan tantangan pengelolaan keanggotaan Indonesia di IEC. Semua faktor tersebut penting dipertimbangkan  dalam pelaksanaan Indonesia menjadi tuan rumah IEC General Meeting.

Kristianto Widiwardono juga memaparkan matriks Renstra Komnas IEC periode 2020-2024. Tabel rencana kerja ini disusun untuk mencapai empat tujuan, yaitu, memperkuat peran Komnas IEC; meningkatkan partisipasi aktif Indonesia di dalam forum IEC; meningkatkan pemanfaatan standar IEC untuk memperkuat standardisasi, regulasi teknis, dan penilaian kesesuaian nasional di bidang elektronika; serta memperkuat posisi Indonesia dalam forum negosiasi perdagangan internasional dalam lingkup harmonisasi standar dan akses pasar produk elektronika.

Pada agenda lain-lain, koordinator sub Kerja Sama Dalam Negeri BSN, Ike Permatasari mengatakan perlu dilakukan pengelolaan Young Professional Program seperti sebuah pengelolaan kompetisi jika sumber daya memungkinkan. Ike meminta persetujuan Komnas IEC untuk konsep panduan pengelolaan yang diusulkan. Selain itu, PT. Panggung Eletronika Citrabuana menyampaikan presentasi terkait dampak pandemi Covid-19 terhadap industri elektronika, khususnya tindakan pencegahan dan penanganan. Pada agenda terakhir, Sukoco, dari Ditstandalitu Kementerian Perdagangan RI melaporkan hasil Sidang JSC EEE ke-31. (Put – Humas)