Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

The 55th ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality (ACCSQ) Plenary Meeting

  • Jumat, 18 Juni 2021
  • Humas BSN
  • 512 kali

Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menghadiri the Fifty-Fith (55th) Plenary Meeting of the ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality (ACCSQ). Pertemuan pertama pada tahun 2021 ini berlangsung selama tiga hari pada tanggal 15-17 Juni melalui video conference, agenda meliputi rangkaian ACCSQ plenary dan dialogue partner. Pertemuan diawali dengan perpindahan chairmanship dari Ms. Vu Thi Tu Quyen, Acting Director, International Cooperation Department, Directorate for Standards, Metrology and Quality (STAMEQ), Viet Nam kepada Mrs. Pg. Suridah Bte Pg Haji Sulaiman, Head of National Standards Centre, National Standards Centre, Ministry of Finance and Economy, Brunei Darussalam dan vicechair kepada Mr. Nou Thara, Deputy Director General, Institute of Standards, Kamboja. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Sistem Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Konny Sagala serta perwakilan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan yang bergabung secara daring.

Pertemuan ke 55 ini memonitor beberapa kemajuan yang menjadi komitmen negara ASEAN tahun ini dalam upaya meningkatkan harmonisasi Standar, Regulasi Teknis dan  Penilaian Kesesuaian (STRACAP), capaian yang dilaporkan merupakan kelanjutan dari program ACCSQ tahun 2020 yang tertunda dan berpotensi dilanjutkan ke tahun 2022. Poin komitmen tersebut diantaranya adalah penyelesaian penandatanganan beberapa dokumen kesepakatan ASEAN (MRA on Building and Construction; MRA on ASEAN Framework Agreement; Agreement on Regulatory Framework of Traditional Medicine & Health and Suplement, ASEAN Food Safety Regulatory Framework Agreement); Review the MRA GMP to expand the scope; pengembangan Training Module and Training for selected experts for implementation of MRA on Prepared Foodstuff; dan Review the ASEAN Guidelines for Harmonisation of Standards.

ACCSQ masih melanjutkan pembahasan terkait isu adanya potensi hambatan perdagangan dari Vietnam untuk sektor pharmaceutical dengan diberlakukannya Vietnam Circular No.32 tahun 2018, dimana isu ini sudah berlangsung sejak 2018 dan belum menemukan solusi di level SEOM serta tidak selaras dengan semangat ATIGA yang berupaya mengurangi TBT, dalam perjalanannya Vietnam hanya menunda penerapannya sampai dengan desember 2021 melalui penerbitan circular number 29. Dalam 31st PPWG meeting hal ini sudah disetujui sebagai “additional information” (article 23, paragraf 4 subclause d sampai l) yg sangat berbeda dengan format yang disetujui dalam ASEAN Common Technical Dossier. Secara paralel, isu ini menunggu endorsement SEOM 2/52 meeting report, namun dalam pertemuan ini, ACCSQ sepakat utk mengangkat isu ini untuk mendapatkan solusi di level SEOM.

Sebagai langkah integrasi dengan global economy, ACCSQ tetap melaksanakan diskusi dengan negara maupun organisasi mitranya. Berbagai langkah kerjasama dan kolaborasi di bidang standardisasi didiskusikan untuk menjadi potensi area teknis diantara ASEAN dan mitra diantaranya area implementasi GRP dengan PTB, Digital Trade dengan U.S serta regional initiative dan 2030 strategy dari ISO. Dalam agenda update perkembangan dengan mitra FTA, masing-masing AMS melaporkan kemajuan aktifitasnya nya, termasuk Indonesia yang melaporkan potensi kerjasama dengan EREADI serta 9 aktifitas yang merupakan dukungan ARISE terhadap ACCSQ maupun Product Working Group dalam kerangka ACCSQ-EU dialogue.

Sebagai tindak lanjut, Indonesia akan tetap berkoordinasi dengan Kementerian terkait untuk penyelesaian beberapa pending issue, diantaranya isu CPP (Vietnam circular number 32, 2018)  dan penyelesaian TMHS framework agreement bersama dengan Badan POM, penyelesaian MRA on building and construction dan AFSRF dengan kementerian Perindustrian serta proses domestik untuk ASEAN Framework Agreement on MRA dengan kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri. Lebih lanjut Direktorat Penerapan SPK, juga akan berkoordinasi dengan Kementerian perhubungan dan Kementerian perindustrian untuk menindaklanjuti laporan Automotif PWG terkait dengan komitmen negara ASEAN dalam harmonisasi 19 UN regulation yang disepakati dalam APMRA, serta roadmap potensi keanggotaan AMS dalam forum UNECE wp.29 (pkispk/ed:Humas).