Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Cegah dan Kendalikan Penularan, BSN Sosialisasikan Pemahaman Covid-19 ke Pegawai

  • Rabu, 07 Juli 2021
  • Humas BSN
  • 415 kali

Guna mencegah dan mengendalikan penularan Covid-19, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan Sosialisasi tentang Covid-19 dengan tema "A-Z about Covid-19 & Vaccine" secara daring pada Rabu (7/7/2021). Acara yang dibuka oleh Kepala BSN, Kukuh S. Achmad ini menghadirkan narasumber Phd Candidate Medical Science Kobe University, dr. Adam Prabata.

Sebagaimana diketahui, kasus infeksi virus corona Covid-19 di Indonesia kembali melonjak dalam beberapa hari terakhir. Oleh karenanya, saat ini pemerintah terutama yang berada di Pulau Jawa dan Bali memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dalam pembukaannya, Kukuh menyampaikan dukungan atas kebijakan tersebut. “Saya menghimbau kepada seluruh pegawai BSN untuk mendukung kebijakan pemerintah dengan tetap patuh terhadap protokol kesehatan serta tidak keluar rumah selama PPKM darurat, kecuali untuk kondisi yang sangat mendesak,” ujar Kukuh.

Selain itu, menurut Kukuh dengan adanya peningkatan kasus Covid-19, maka sosialisasi ini menjadi sangat penting agar semua pegawai BSN memahami bagaimana cara kita hidup dalam masa pandemi.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kita mendapat manfaat agar bisa menghindari tertularnya Covid-19 sekaligus ikut membantu dan mendukung kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19,” pungkas Kukuh.

Senada dengan Kukuh, dr. Adam Prabata mengatakan pada masa pandemi, protokol kesehatan tetap harus dilakukan dengan mengetahui konsep lingkaran aman. Menurutnya, keluarga adalah lingkaran aman.

“Lingkaran aman artinya setiap orang dapat berinteraksi tanpa perlu melakukan protokol kesehatan. Yang dimaksud keluarga disini adalah keluarga yang tinggal serumah merupakan satu-satunya lingkaran aman di era pandemi Covid-19. Bukan keluarga besar, bukan kakek nenek yang tidak tinggal serumah, bukan om tante yang ketemu di nikahan,” jelas dr. Adam.

dr. Adam juga mengungkapkan bahwa penularan Covid-19 terbesar saat ini adalah melalui droplet, airborne, dan permukaan cuci tangan. “Penularan tertinggi adalah droplet. Droplet itu ketika kita kontak dengan orang lain, tidak jaga jarak dengan orang lain. Kemudian, penularan terbesar kedua adalah airborne. Airborne adalah partikel-partikel kecil virusnya kita ngomong, didalamnya ada virusnya, yang virusnya terbang-terbang di udara, bisa pindah-pindah selama ventilasinya buruk. Yang ketiga, permukaan cuci tangan. Untuk itu, seharusnya kita lebih mementingkan masalah airborne ini dibanding cuci tangan. Trennya lebih banyak seperti itu di banyak negara. Strateginya ventilasi optimal,“ papar dr. Adam.

Menurut dr. Adam, cara paling baik untuk kita optimalkan saat ini adalah melakukan protokol kesehatan, menghindari masalah airborne, dan ketika ada kesempatan untuk vaksin, segera vaksin. Tidak hanya untuk melindungi diri kita sendiri, tetapi juga orang lain dan orang terdekat kita.

Melalui sosialisasi Covid-19, diharapkan seluruh peserta yang hadir dapat lebih memahami cara-cara pencegahan dan pengendalian virus ini. (nda-humas)