Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Penerapan Smart City, Begini Penjelasan Lengkap Sekretaris Dinas Kominfo Kota Kupang

  • Selasa, 06 Juli 2021
  • Humas BSN
  • 130 kali

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Penerapan smart city di Kota Kupang yang diklaim bakal mensehjaterakan masyarakat terus dikebut pengerjaanya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang yang ditargetkan rampung pada tahun 2029 mendatang.

Sekretaris Dinas Kominfo Kota Kupang Andre Otta, SSTP., MM yang hadir dalam obrolan asyik di Pos Kupang, Senin 5 Juli 2021, membeberkan sejumlah hal yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas.

Menurutnya, konsep Smart city di gagas Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Kupang Smart city merupakan sebuah konsep tata kelola yang menyeluruh dan tidak hanya bergaining pada titik teknologi saja.

Ini merupakan visi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam mewujudkan kota Kupang yang nyaman, bebas dari KKN, kota layak huni dan kota cerdas.

Dalam perjalanan semua hal ini memang belum teratasi dengan baik, karena konsep smart city membutuhkan waktu paling kurang 10 tahun dalam road mapp, yang ditargetkan sejak tahun 2019 hingga 2029.

Dijelaskan, Pemerintah pusat, melalui kementrian informatika dan komunikasi dengan gerakan 100 kota smart city di Indonesia dan kota yang terpilih di lakukan penilaian oleh pakar.

Kota Kupang pada tahun 2019 terpilih sebagai salah satu kota dari 165 kota yang masuk dalam daftar smart city.

"Dari semua itu hanya di pilih 25, dan sebelumnya pada tahun 2017 terpilih 25 kota dan 2018 terpilih 50 dan gelombang terkahir sebanyak 25, kota Kupang masuk dalam gelombang ketiga dan terpilih," ujarnya.

Sasaran utama smart city adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat meliputi pembangunan infrastruktur, tata kelola lingkungan pelayanan publik dan lainnya.

Misalnya, dalam pelayanan perijinan,  dengan terobosan memberi standarisasi terdapat ISO 9001. 2015 tentang sistem manajemen mutu.

Dengan adanya ISO itu, maka investor ke Kupang dan tidak akan ribet, dan memiliki sebuah kepastian hukum. Di Kota Kupang, ISO ini dimiliki dinas kependudukan Dan catatan sipil, rumah sakit dan dinas perijinan.

Andre mengklaim, dengan adanya banyak investor yang masuk maka akan terbukanya lapangan kerja dan pengurangan pengangguran dan otomatis meningkatkan perekonomian baik mikro dan makro.

Pembangunan lampu jalan sebagai bagian dari saran pendukung konsep Smart city,  justru akan membantu perekonomian warga yang selama ini hanya terhenti di pukul 21.00 Wita dan 22.00 Wita.

"Dan ketika adanya lampu jalan, perekonomian warga bisa berlanjut hingga dinihari. Selain itu, meminimalisir tindak kriminal sehingga aktivitas masyarakat di malam hari tetap aman dan nyaman," sambungnya.

Untuk pembangunan saran pendukung lainnya yakni taman, kata Andre, sejauh ini masyarakat sangat menikmati dan merasakan dampak baik dari pembangunan taman-taman di kota Kupang.

Masyarakat yang terbiasa dengan gadget namun dengan berbagai taman yang telah dibangun, masyarakat mulai menikmati dan berani untuk keluar dari rumah dan bersosialisasi dengan orang yang ada di taman.

"Tujuan utama pembangunan taman, akan lahirnya keramaian. Dari keramaian maka akan potensi pasar dengan menawarkan aneka menu siap saji. Lapangan kerja akan terbuka lebar saat taman tersebut ramai dikunjungi orang," tambahnya.

Dia menerangkan, Smart city memiliki tiga bagian yakni rencana jangka pendek, jangka panjang dan jangka menengah.

Kalau jangka pendek 1 tahun, jangka menengah 5 tahun dan jangka panjang 10 tahun. Jangka pendek, menghubungkan layanan kantor pemerintah dengan optiknya.

Tahap selanjutnya, dibuatlah dengan peraturan walikota dan menyiapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik Karena akan menjadi mustahil bila smart city berjalan tanpa e-government yang merupakan roh dari smart city sehingga berbagai kegiatan terus dilakukan dengan integrasi dan literasi

Integrasi sistem, disebutkan Andre, kelurahan yang dahulunya terpisah dengan layanan di dinas kini bisa diakses dengan diintegrasikan data di kelurahan dan dinas dengan tandatangan elektronik, maka masyarakat bisa melakukan pengurusan surat dari rumah.

"Ada efektivitas, efisien dan akuntabilitas dan surat yang telah diurus dan ditandatangani elektronik tadi, akan dikirim lagi ke dinas tujuan, sehingga mempercepat proses. Semua kelurahan sudah ada, namun sejauh ini belum bisa semua kelurahan berjalan bersamaan dan membutuhkan proses," jelasnya.

Sejauh ini, dinas Kominfo Kota Kupang terus mengevaluasi dengan berbagai kekurangan yang ada sehingga lahirnya aplikasi sodamolek yang akan digunakan untuk mengkoneksi berbagai layanan dan akan memperlancar semua urusan masyarakat.

Untuk kegiatan literasi, menurutnya, dikerjakan melalui segmen internal yakni memperkuat sistem dan SDM yang ada dan mengerjakan dengan segmen eksternal untuk mencapai tujuan akhir. Hal ini juga telah tertuang dalam road map.

"Literasi digital menjadi sangat penting bagi masyarakat. Pasalnya, dengan adanya literasi digital yang baik akan mewujudkan tata cara penggunaan digital yang baik pula," katanya. 

Dalam membentengi informasi hoax, Andre juga mengaku Pemkot akan  membuka satu kanal internet pemerintah dengan nama Kupang kabashoax yang berarti kota Kupang terbebas dari informasi hoax.

Nantinya masyarakat diperbolehkan untuk bertanya perihal segala informasi apapun seputar kota Kupang.

Kanal tersebut akan dilaunching dalam bulan ini dan akan menjadikan beberapa media sebagai platform atau rujukan untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat.

Untuk pengoperasian, akan ada tim pencari fakta yang akan menggali informasi sebanyak mungkin dari pihak-pihak terkait sesuai dengan pertanyaan yang ada.

"Goalnya kita menciptakan masyarakat yang makin cakap digital," ujar Andre. 

Di konsep smart city yang telah diterapkan Pemkot Kupang, menurut Andre, telah tersedia jaringan WiFi yang
sempat dibuka di berbagai tempat umum, hingga saat ini masih digunakan.

WiFi ini tersedia dihampir semua taman di Kota Kupang, kantor walikota, seluruh kantor kelurahan.

Namun, Andre mengakui penggunaan jaringan tersebut masih jauh dari kontrol pemerintah sehingga adanya potensi penyalahgunaan dalam jaringan tersebut masih sangat tinggi.

Adanya konsep smart city dan ditengah pandemi, untuk membantu memperbaiki ekonomi masyarakat, Pemkot telah memberi pelatihan berupa digital pruner bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan penghasilan melalui layanan Facebook, Instagram dan YouTube.

Pelatihan akan berlangsung 12 sesi dan diikuti 3207 orang warga kota Kupang yang mewakili semua kelurahan.

Disektor lingkungan, sampah masih menjadi masalah yang sampai saat ini belum terurai baik. Pemkot, sejauh ini
telah menyiapkan bak sampah kuning untuk sampah organik dan bak sampah hijau untuk sampah non organik.

"Tujuannya untuk mempermudah pemilahan ketika dilakukan pengolahan lanjutan sampah yang direncanakan bisa digunakan sebagi energi terbarukan,"imbuhnya.

Masalah lain dari sampah ditemui ketika pengangkutan sampah.

Saat ini masih terjadi penumpukan sampah yang tidak terpilahkan.

Pemkot bakal memperbaiki  mekanisme pengangkutan sekaligus terus memberikan sosialisasi  jam pembuangan sampah yang hanya bisa dilakukan sejak pukul 17.00 hingga pukul 05.00 WITA.

Hal tersebut untuk mencegah warga membuang sampah diluar jam tersebut, sehingga tidak terjadi masalah, yang terkesan  pemerintah belum mengangkut sampah di tempat tersebut.

Padahal, sampah itu dibuang setelah jam yang ditentukan. Disisi lain, gangguan pada armada juga sering menjadi nagian dari masalah itu.

Pemkot Kupang memiliki total armada pengangkut sampah sebanyak 34 unit dengan tenaga kerja di atas 100 orang.

Namun, manajemen juga turut menambah masalah, sehingga Pemkot telah mengevaluasi dan memperbaiki    kekurangan-kekurangan yang ada khusus penanganan sampah.

"Sedang direncanakan juga, Pemkot akan memasang cctv di sekitar tempat pembuangan sampah agar memudahkan untuk memonitor warga yang membuang sampah di luar jam ketentuan. Smart city akan menghubungkan masyarakat, lingkungan dan teknologi," ungkapnya.

Petugas kebersihan juga kedepannya akan dilengkapi dengan atribut yang baik ketika melakukan pekerjaan tersebut. Pasalnya selama ini petugas bekerja tanpa dengan atribut khusus.

Baginya, konsep smart city diukur gagal dan tidaknya berdasarkan road map, dan di kota Kupang sejauh ini bisa dikatakan cukup berhasil dengan terintegrasinya semua infrastruktur jaringan ke perangkat daerah, sampai kelurahan dan layanan jaringan WiFi gratis.

Bahkan, road mapp jangka pendek semua berjalan baik dan 100 persen dan dan jangka menengah sedang berjalan dengan hingga kini terus mengalami perbaikan-perbaikan yang berkelanjutan..

Kedepannya, Pemkot akan terus menerapakan konsep integrasi dan literasi dalam menjalankan smart city.

Sistem pemerintahan akan diintegrasikan  yang berkaca pada dua dimensi yaitu dimensi pertama dari tahap perencanaan sampai evaluasi dan dimensi kedua adalah sistem tata kelola ASN yang terintegrasi dengan e-kinerja, dan semuanya berbasis  jaringan internet.

Sementara untuk pengerjaan melalui Literasi juga ada dua dimensi, baik itu literasi digital kepada ASN dan literasi digital kepada masyarakat.

Jika pandemi berakhir Pemkot menyediakan pojok literasi yang memberikan kemudahan masyarakat dalam literasi.

"Teknologi hanya menyelesaikan 26 persen dari seluruh persoalan yang ada sekalipun telah masuk pada robotik, internet off thing, big data. Sisanya adalah kebijaksanan manusia itu sendiri. Kita tidak pernah tauh apa yang masa depan siapkan untuk kita, tapi kita harus tauh apa yang kita siapkan untuk masa depan. Selamat menyongsong masa depan, taati prokes," tutupnya.(*)

 

Tautan Artikel:  Penerapan Smart City, Begini Penjelasan Lengkap Sekretaris Dinas Kominfo Kota Kupang