Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Konsistensi Penerapan SNI ISO/PAS 45005:2020 di PT Polytama Propindo untuk Keselamatan dan Kesehaan Kerja Karyawan

  • Senin, 11 Oktober 2021
  • Humas BSN
  • 1016 kali

Meski pandemi Covid-19 di Indonesia telah menunjukkan tren penurunan, tapi penerapan protokol Kesehatan harus dijaga. Hal ini juga yang dilakukan oleh PT Polytama Propindo (Polytama), salah satu industri petrokimia, produsen polypropylene (biji plastik) terbesar kedua di Indonesia yang fasilitas produksinya berlokasi bersebelahan dengan Kilang Refinery Unit – VI Pertamina di Balongan Indramayu. Bahkan Polytama menerapkan SNI ISO/PAS 45005:2020 tentang Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) – Pedoman umum K3 untuk Bekerja Aman selama Pandemi Covid-19.

Dalam rangkaian kegiatan di Indramayu (05/10), Analis Standardisasi Ahli Madya selaku Koordinator Kelompok Substansi Fasilitasi Pelaku Usaha dan Organisasi Badan Standardisasi Nasional (BSN), Nur Hidayati berkunjung ke PT Polytama Propindo untuk melihat penerapan SNI ISO/PAS 45005:2020. Daalm kesempatan ini, Nur Hidayati didampingi oleh Dosen Fire & Safety Akamigas Balongan dan anggota Komite Teknis 13-01 Keselamatan dan Kesehaan Kerja, Masjuli. Kunjungan diterima oleh Bunyamin Komar, General Manager untuk Operasi di PT Polytama Propindo selaku Ketua Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 di Polytama dan, General Services & Community Development Manager, Muhammad Andri Nugroho.

Penerapan K3 dan Pencegahan Covid-19 di Polytama sudah diterapkan sejak memasuki pintu gerbang, sebelum memasuki area pabrik, setelah cuci tangan, pengecekan suhu, setiap pengunjung diwajibkan melakukan tes swab antigen. Berjejer setelah pintu gerbang kendaraan khusus jemputan karyawan yang disediakan perusahaan agar karyawan tidak naik transportasi public untuk menghindari risiko penularan Covid-19.

Bunyamin Komar menjelaskan bahwa penerapan SNI ISO/PAS 45005:2020 ini merupakan kebutuhan perusahaan untuk menjaga agar operasional perusahaan tetap berjalan serta keselamatan dan Kesehatan kerja pegawai terjaga. Manfaatnya penerapan SNI pun dirasakan, di antaranya sampai hari ini operasional Polytama masih terjaga, kasus penularan Covid-19  terkendal dan yang paling penting selama pandemic Covid-19 perusahaan tidak merumahkan karyawan serta hak-hak pegawai pun dipenuhi.

Penerapan SNI ISO/PAS 45005:2020 di Polytama disandingkan dengan program CSR Mang Covid (Management Pencegahan Covid-19). Program ini ditujukan untuk UMKM, pekerja terdampak PHK serta disabilitas selama masa pandemi. Bertujuan untuk membentuk kelompok pekerja bersertifikasi (BNSP Wirausaha) melalui pelatihan dengan cara memproduksi dan mengoperasikan disinfektan berbasis airborne dan Pelatihan pengenalan penerapan ISO PAS 45005.

Manfaat ganda pun diraih oleh Polytama, selain keberlangsungan dan reputasi perusahaan dan K3 karyawan terjaga, Polytama berhasil meraih PROPER EMAS dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada 14 Desember 2020.

Pada kesempatan ini, Nur Hidayati juga menyampaikan peluang kerja sama atau sinergi dalam pelaksanaan CSR terutama untuk pemberdayaan UMKM di wilayah Indramayu untuk menerapkan SNI, baik SNI Produk, maupun SNI terkait K3 dan pencegahan Covid-19. BSN berharap, Polytama melalui kegiatan CSRnya mempunyai program pemberdayaan masyarakat khususnya untuk industri kerupuk Indramayu. Program ini diharapkan dapat membantu industri kerupuk dapat menerapkan SMK3 dan standar manajemen keamanan pangan, sehingga produk kerupuk Indramayu bisa meningkat akses pasarnya dan diterima masuk pasar ekspor, Disamping itu,  dengan penerapan standar,  ke depan sentra industri kerupuk indramayu bisa menjadi ikon baru di Indramayu  (Dit. PPSPK)