Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Riset SPK Dukung Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

  • Sabtu, 06 November 2021
  • Humas BSN
  • 1890 kali


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Mutu Nasional (BMN) Tahun 2021, Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali menyelenggarakan Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi (PPIS) pada Kamis (4/11/2021) secara virtual. Acara ini dilaksanakan untuk mempertemukan akademisi, peneliti, juga mitra dalam rangka berbagi ide, visi, maupun prestasi terkait Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK). 

Kepala BSN, Kukuh S. Achmad dalam pembukaan PPIS menyampaikan peran penelitian dan inovasi sangat penting, tidak hanya mempersembahkan suatu invensi namun juga hasil inovasi yang berkaitan dengan suatu fakta dimana di setiap pengambilan keputusan, apalagi keputusan strategis, perlu didukung oleh hasil-hasil kajian atau riset, data-data,  tren yang ada sebagai bahan bagi para pengambil keputusan. Para peneliti harus berkontribusi yang sekarang menjadi prioritas pemerintah.

“Pendekatan sistem thinking menjadi perhatian sebagai peneliti yang menghasilkan ouput karya-karya ilmiah, agar langkah kita dalam berbagai hal dalam konteks bernegara terutama program pemerintah dapat didukung dengan data, tren, foresight atau tinjauan masa depan yang lebih baik dan akurat, dan Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi cita-cita bersama untuk memperpanang usia bumi, dimana disini peranan peneliti sangat penting,” ungkap Kukuh. 

PPIS tahun 2021 yang mengambil tema “Riset Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Mendukung Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” ini menghadirkan para pembicara yaitu: Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah yang menyampaikan materi mengenai Penguatan Penerapan Standar untuk Memajukan UMKM Nasional; Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Halal BSN, Wahyu Purbowasito yang mempresentasikan materi berjudul Pengembangan Standar dalam Rangka Mendukung Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh; Direktur APINDO Research Institute , Agung Pambudhi yang mempresentasikan Tantangan dan Potensi Industri Mendukung Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh; serta Dosen dan Peneliti Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Muhammad Sahlan dengan materi Pemetaan Senyawa-Senyawa Kimia Propolis Indonesia Sebagai Basis Standardisasi & Identifikasi dan Autentikasi Madu Menggunakan Analisis Kemometrik Berbasis Data Spektroskopi ATR-FTIR dan Raman. (PjA – Humas).