Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Sosialisasikan Panduan Kalibrasi Uniaxial Testing Machine

  • Kamis, 11 November 2021
  • Humas BSN
  • 1984 kali

Metrologi merupakan tools dalam penjaminan mutu, baik untuk produk-produk hasil adaptasi teknologi, produk hasil inovasi, serta produk-produk industri manufaktur. Dengan infrastruktur metrologi yang kuat, maka daya saing sektor industri di tingkat nasional maupun di pasar global terus meningkat.

Sebagai salah satu upaya Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam mendukung praktik pengukuran dan meningkatkan literasi metrologi di Indonesia, maka SNSU (Standar Nasional Satuan Ukuran) BSN terus berusaha untuk dapat menerbitkan dokumen-dokumen panduan kalibrasi untuk berbagai lingkup pengukuran dan kalibrasi.

Di tahun 2021 ini, SNSU BSN telah menyiapkan beberapa dokumen panduan kalibrasi yang akan diterbitkan, salah satunya adalah dokumen panduan kalibrasi Uniaxial Testing Machine (UTM). Untuk mendiseminasikan panduan tersebut, BSN melakukan Sosialisasi Panduan Kalibrasi Uniaxial Testing Machine melalui Webinar Ketertelusuran Pengukuran untuk Pemulihan Ekonomi Nasional pada Rabu (10/11/2021) secara daring melalui Zoom.

Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran BSN, Hastori dalam sambutannya mengatakan, dokumen panduan ini dapat digunakan oleh personel di laboratorium kalibrasi dan pengujian untuk mendapatkan akses informasi mengenai metode kalibrasi dan pengukuran, serta membantu laboratorium kalibrasi dan pengujian sebagai acuan metode ukur baku ataupun sebagai suplemen dari dokumen-dokumen standar yang telah digunakan.

Peneliti Ahli Muda BSN, Hafid menjelaskan bahwa panduan ini digunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan kalibrasi Mesin Uji Gaya tarik/ tekan (Uniaxial Testing Machine). “Kalibrasi mesin tarik/tekan (UTM) disini dimaksudkan untuk mengetahui nilai penyimpangan atau koreksi nilai yang dihasilkan oleh mesin gaya terhadap nilai standar gaya (load cell tarik atau tekan) dan menentukan nilai ketidakpastiannya,” jelas Hafid.

Lebih lanjut Hafid menjelaskan, alat ukur gaya yang digunakan untuk pelaksanaan kalibrasi mesin UTM harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam ISO 376, yaitu kelas alat ukur gaya yang digunakan harus sama dengan atau lebih baik dari kelas mesin uji yang akan dikalibrasi.
Hal lain yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kalibrasi mesin UTM adalah kondisi lingkungan. Kalibrasi harus dilakukan pada suhu lingkungan di antara 10°C sampai dengan 35°C. “Suhu alat ukur gaya harus tetap stabil di dalam rentang ± 2°C untuk setiap seri pengukurannya,” terang Hafid.

Untuk prosedur kalibrasinya, pemasangan alat ukur gaya pada mesin uji dilakukan sedemikian rupa sehingga menjamin gaya yang bekerja selurus mungkin dalam satu sumbu. Sebelum dilakukan pengambilan data kalibrasi, mesin uji dengan alat ukur gaya dalam keadaan terpasang diberi beban paling sedikit tiga kali antara nol dan gaya maksimum yang akan diukur. Selanjutnya, data kalibrasi didapatkan dari hasil perbandingan antara gaya yang dihasilkan oleh mesin uji.

Untuk interval kalibrasi mesin UTM ini tergantung pada jenis mesin uji, standar perawatan dan jumlah penggunaan. Direkomendasikan bahwa verifikasi dilakukan dengan interval tidak lebih dari 12 bulan, kecuali jika ditentukan lain. Selain itu, mesin harus diverifikasi kembali jika dipindahkan ke lokasi baru yang memerlukan pembongkaran atau jika mengalami perbaikan atau penyetelan besar-besaran.

Sosialisasi ini turut dihadiri Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Mekanika, Radiasi, dan Biologi BSN, Agustinus Praba Drijarkara, dan dimoderatori oleh Peneliti Muda BSN, Rudi Anggoro.(Tyo-Humas)