Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

ISO-IEC SMART: Program Transformasional Digital Bidang Standardisasi

  • Rabu, 27 April 2022
  • Humas BSN
  • 468 kali

 

Perubahan berkelanjutan untuk proses bisnis yang lebih cepat serta gesit memerlukan berbagai upaya termasuk transformasi yang melibatkan digitalisasi. Sebagai dukungan International Organization for Standardization (ISO) bagi seluruh anggotanya di dalam program transformasi digital, ISO Regional Asia Pasifik memperkenalkan ISO-IEC SMART dalam pertemuan rutin bulanan pada Selasa (26/4/2022) secara daring.

ISO-IEC SMART merupakan sebuah program transformasi hasil kolaborasi antara ISO dengan The International Electrotechnical Commission (IEC). Tujuannya adalah untuk menjawab kebutuhan pengguna akan perubahan yang terus menerus berevolusi dalam konteks penyusunan dokumen-dokumen standar yang dapat dibaca, dipahami, serta ditindaklanjuti dengan bantuan mesin atau artificial intelligence.

Kehadiran artificial intelligence pada ISO-IEC SMART menghasilkan SMART Vision yaitu sebuah rangkaian yang didalamnya terdapat berbagai aktivitas pengembangan standar mulai dari penulisan hingga distribusi yang tetap memenuhi prinsip konsensus. Melalui fitur-fiturnya memungkinan para pengguna ISO-IEC SMART untuk berkomunikasi, berkolaborasi, serta keperluan interaksi lainnya dalam konteks pengembangan standar, bahkan memungkinkan transaksi penjualan dokumen standar secara global melalui sistem yang terus disempurnakan secara berkelanjutan ini.

“ISO-IEC SMART walau menawarkan berbagai fitur masa depan, tetap tidak serta merta menggantikan sistem manual yang sudah dijalankan anggota ISO dalam konteks kegiatan standardisasi, untuk itu kegiatan pengenalan ISO-IEC SMART ini digelar untuk menerima masukan serta ide-ide baru dari para anggota ISO Regional Asia Pasifik guna memaksimalkan business solution yang dapat diberikan ISO-IEC SMART,” ungkap ISO/CS – ISO SMART Program Manager, Mara Rolando.

Selain itu, Mara Rolando mengungkapkan bahwa ISO-IEC SMART dapat menjadi akses digital bagi UMKM yang ingin melakukan identifikasi awal guna penerapan standar yang akan dilakukan. SMART yang merupakan singkatan dari Standards Machine Applicable Readable and Transferable ini diproyeksikan akan mulai diuji coba pada tahun 2023, dan implementasi secara penuh mulai tahun 2024. (PjA – Humas)