Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN dan Direktorat Metrologi Kemendag Dorong Pengembangan Metrologi di Era Digital

  • Selasa, 24 Mei 2022
  • Humas BSN
  • 184 kali

 

Teknologi digital memberikan revolusi terhadap seluruh elemen kehidupan termasuk komunitas metrologi dan memberikan implikasi yang luar biasa dalam pengembangan maupun validasi Teknik pengukuran pada tingkat kecanggihan yang diperlukan. Untuk itu, perlu kesadaran bersama untuk memahami bagaimana pentingnya teknologi digital dalam perkembangan metrologi.

Demikian disampaikan Plt. Deputi Standar Nasional Satuan Ukuran Badan Standardisasi Nasional (BSN), Zakiyah, saat membuka Seminar “Metrologi di Era Digital” yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (24/5/2022). Seminar ini diselenggarakan atas kerja sama BSN dengan Kementerian Perdagangan dalam rangka memperingati Hari Metrologi Dunia 2022.

Zakiyah menuturkan, saat ini BSN telah menerapkan digitalisasi dalam sistem layanan di kedeputian SNSU. “Sejak September 2020, kami telah meluncurkan layanan berbasis digital berupa aplikasi sparta untuk layanan kalibrasi maupun pengukuran, kemudian sejak januari 2021 juga telah diterbitkan e-sertifikat kalibrasi dalam rangka mempercepat layanan kami di bidang metrologi,” tutur Zakiyah. Tidak hanya itu, BSN juga menyediakan layanan pelatihan metrologi yang dapat diakses melalui sistem digital aplikasi diklat bsn (https://diklat.bsn.go.id).

Sementara itu, Direktur Metrologi Kementerian Perdagangan, Matheus Hendro Purnomo menilai, metrologi memainkan peranan penting dalam inovasi yang menjadi alat untuk menghindari ketidaksesuaian. Keberadaan infrastruktur metrologi menjadi sedemikian strategis dan sangat penting jika dikaitkan dengan dinamika regulasi internasional dalam hal tata perdagangan dunia. “Hal ini menuntut tatanan metrologi yang lebih fokus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini, guna memberikan dukungan yang optimal terhadap sektor industri, barang, dan jasa nasional dalam menghadapi tantangan sekaligus meraih peluang bagi Indonesia untuk memasuki pasar bebas regional maupun internasional,” ujarnya.

BSN bersama Direktorat metrologi pun berkomitmen untuk terus mengembangkan strategi untuk mendorong pengembangan metrologi, khususnya dalam kerangka infrastruktur baik di pusat maupun daerah, sehingga pada akhirnya dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan Kawasan-kawasan industri terpadu, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah dalam perekonomian nasional maupun daerah.

Pengelolaan infrastruktur metrologi tentunya untuk menjamin ketertelusuran pengukuran di Indonesia ke sistem internasional (SI). Dalam rangka keberterimaan, BSN berkomitmen untuk menjaga MRA yang telah diperoleh di bidang metrologi, baik di tingkat regional (Asia Pacific Metrology Program / APMP) serta di tingkat organisasi internasional (Bureau international des poids et mesures / BIPM. Diharapkan, dengan MRA ini, hasil pengukuran / kalibrasi yang dilakukan oleh Kedeputian SNSU dapat diterima di negara-negara lain, khususnya negara-negara anggota APMP dan BIPM. (ald-Humas)