Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Fasilitasi UMK Alsintan Bali Terapkan SNI

  • Rabu, 22 Juni 2022
  • Humas BSN
  • 228 kali

 

Alat dan mesin pertanian (Alsintan) sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok di dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang pertanian, termasuk bibit unggulnya, keanekaragaman produk pertanian bisa meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negera yang memiliki keunggulan komoditi pertanian.

Kepala Badan Standardisasi Nasional, Kukuh S. Achmad pada Rabu (15/6/2022) berkesempatan mengunjungi salah satu pelaku usaha peralatan dan permesinan pertanian Weedo Workshop yang berlokasi di Gianyar Bali untuk berdiskusi mengenai perkembangan usaha serta fasilitasi apa yang bisa BSN berikan untuk meningkatkan usaha ini. Weedo Workshop merupakan UMKM yang bergerak di bidang permesinan pertanian dan peralatan mekanik yang berkeinginan untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kukuh sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Weedo Workshop. BSN membantu UMKM agar mengembangkan usahanya melalui penerapan SNI. Weedo Workshop Bali akan dibina oleh BSN untuk produk mesin pertanian. Setidaknya terdapat mesin pencacah dan mesin pengering yang telah tersedia SNI-nya dan untuk produk hasil limbah plastik dan produk panel juga akan dibantu sertifikasi SNI.

“Produk Weedo diharapkan bisa terjamin kualitas dan keamanan produknya dengan penerapan dan sertifikasi SNI,” ujar Kukuh.

Sebagai langkah awal, Kukuh meminta tim Pembina BSN untuk melihat kemungkinan standar yang dapat digunakan sebagai acuan dari produk plastik limbah tersebut.

Kukuh berpesan jika nanti telah mendapatkan lisensi tanda SNI, UMKM tetap konsisten dan komitmen. “Tanda SNI bukan hanya sekedar pengakuan formal sesaat, tetapi dibalik itu, tanda SNI sebagai pengakuan bahwa Indonesia memiliki kedaulatan formal khususnya didalam penjaminan mutu suatu produk,” pesan Kukuh.

Owner UMKM Weedo Workshop, Putu Hermawan merupakan seorang pengrajin mekanik yang tidak pernah bosan untuk berinovasi di dalam bidang permesinan dan peralatan mekanik. Sebut saja, peralatan pencacah, peralatan pencetak plastik limbah, peralatan pengering tanaman hybrid telah dikembangkan menjadi inovasi karya anak bangsa.

Putu menyatakan keinginannya untuk menerapkan SNI yang bukan hanya untuk produk mesin pertanian, tetapi juga ingin sekali produk inovasinya berupa lembaran yang merupakan hasil limbah plastik  yang diolah sebagai bahan dasar  pengganti gypsum, semen, pasir atau bahan dasar bangunan lainnya. Saat ini produk inovasinya telah ada permintaan dari buyer di wilayah Bali yang digunakan sebagai media yang murah dan ramah lingkungan untuk kebutuhan interior rumah atau hotel.

(AL – ed. Humas)