Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Banyak Event di NTB, Dispar Dorong Peningkatan Standar CHSE Menjadi SNI

  • Jumat, 15 Juli 2022
  • Humas BSN
  • 342 kali

MATARAM-Dinas Pariwisata (Dispar) NTB mendorong peningkatan level cleanliness, health, safety dan environment sustainability (CHSE), yang sudah dimiliki ratusan usaha jasa pariwisata di Lombok maupun Sumbawa.

”Perlu dilakukan. Apalagi NTB sudah jadi tuan rumah untuk banyak event nasional dan internasional,” kata Kepala Dispar NTB Yusron Hadi.

Sejauh ini, sekitar 453 usaha jasa pariwisata (UJP) seperti restoran, hotel, rumah makan, homestay, toko oleh-oleh, hingga villa telah menerima sertifikat CHSE. Sebanyak 113 UJP dari fasilitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan 340 UJP lainnya dari pemerintah daerah.

”Masih ada 150 UJP, yang kami upayakan bisa dapat sertifikat CHSE tahun ini,” sebut Yusron.

CHSE menjadi bagian dari strategi pemulihan pariwisata Indonesia. Sehingga ada standar baku dalam penerapan CHSE, berupa Standar Nasional Indonesia (SNI) 9042 yang telah ditetapkan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Komite Akreditasi Nasional (KAN) juga telah bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dalam mengembangkan skema akreditasi terkait CHSE tersebut.

Kata Yusron, kemunculan pandemi covid membuat pengelolaan pariwisata tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja. Butuh standar terkait kenyamanan dan kesehatan bagi setiap wisatawan yang datang berkunjung ke Lombok dan Sumbawa.

Sertifikasi CHSE merupakan hal yang penting bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Guna memulihkan kepercayaan wisatawan dengan memberikan jaminan produk dan pelayanan sesuai standar dan protokol kesehatan. Dengan tujuan menggairahkan kembali aktivitas pariwisata.

Namun seiring waktu, Yusron meminta agar sertifikasi CHSE tidak hanya dikaitkan dengan pandemi covid. Harus lebih dari itu. Yakni semacam kebiasaan baik, untuk menjaga pariwisata agar tetap sehat, bersih, dan nyaman ketika dikunjungi wisatawan.

Sementara itu, auditor sertifikasi CHSE dari PT Chesna Johny Yulfan mengatakan, sertifikat CHSE di beberapa daerah masih berdasarkan standar sebelumnya. Yang tidak mengacu pada standar dari Kemenparekraf, yakni SNI 9042.

”Itu yang nanti kami bersama Dispar, bersama-sama mendorong ada peningkatan,” kata Johny.

Ia menyebut, untuk UJP yang telah tersertifikasi diharapkan untuk bisa ditingkatkan. Pemetaannya bisa dilakukan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

Peningkatan level CHSE tersebut untuk memperkuat posisi pariwisata NTB yang saat ini dijadikan sebagai tuan rumah multi event. ”Sayang kalau momentum seperti MotoGP, WSBK, tidak dimanfaatkan, karena (NTB) sudah jadi perhatian dunia,” ujarnya.

Karena itu, CHSE bisa menjadi semacam marketing tools bagi destinasi wisata, hotel, maupun restoran. Sebagai nilai tambah bagi wisatawan yang berkunjung.

”Tempat lain banyak yang indah, tapi kalau ditambah bersih dan sehat, itu jadi nilai plus,” kata Johny yang merupakan auditor dari PT Chesna, rekanan yang ditunjuk Kemenparekraf untuk sertifikasi CHSE. (dit/r5)

 

Tautan berita: Banyak Event di NTB, Dispar Dorong Peningkatan Standar CHSE Menjadi SNI | Lombok Post (jawapos.com)