Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

SIARAN PERS: International Standards Summit 2022: Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat, dengan Standar Internasional

  • Kamis, 20 Oktober 2022
  • Humas BSN
  • 867 kali

SIARAN PERS
No.2789/BSN/B3-b3/10/2022

 

International Standards Summit 2022: Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat, dengan Standar Internasional

 

Sebagai bagian kegiatan Presidensi G20 di Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama World Standard Cooperation (WSC) – yang terdiri dari International Electrotechnical Commission (IEC), International Organization for Standardization (ISO), dan International Telecommunication Union (ITU) – serta partisipasi dari World Trade Organization (WTO), menyelenggarakan G20 International Standards Summit 2022 di Bali, Kamis (20/10/2022).

Dalam pertemuan mengenai standardisasi ini, Kepala BSN dan para pemimpin organisasi standar internasional mengajak para pemimpin dunia untuk meraih tujuan yang menjadi isu prioritas G20 2022, yaitu arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan; serta tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui penyusunan kebijakan yang mengacu pada standar internasional.

Melalui International Standards Summit 2022, Badan standar internasional — IEC, ISO dan ITU — mendesak para pemimpin dunia untuk mengakui, mendukung, dan mengadopsi standar internasional guna memenuhi tujuan G20 yang ditetapkan dalam tema “Recover Together, Recover Stronger”. Ketiga badan global tersebut mengeluarkan deklarasi bersama pada acara International Standards Summit di Bali yang didukung oleh perwakilan standardisasi dari negara-negara G20.

“Dengan mengacu pada standar internasional yang berdasarkan pada konsensus dalam kebijakan mereka, para pemimpin dunia dapat mencapai tujuan isu-isu prioritas dari pertemuan G20 ini, serta Sustainable Development Goals (SDGs) yang disusun PBB. Standar Internasional mendukung tujuan kebijakan menjadi hasil yang dapat ditindaklanjuti,” ungkap Sekretaris Jenderal IEC Philippe Metzger.

Deklarasi IEC/ISO/ITU menggarisbawahi bagaimana standar internasional dan penilaian kesesuaian dapat berkontribusi untuk membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Selain itu, deklarasi tersebut mencatat bahwa tiga badan standar internasional menyediakan kerangka kelembagaan dengan partisipasi berbagai pemangku kepentingan dari seluruh masyarakat.

“Standar internasional adalah instrumen yang memungkinkan pengembangan kerangka kerja yang harmonis, stabil, dan diakui secara global untuk penyebaran dan penggunaan teknologi baru,” kata Sekretaris Jenderal ISO Sergio Mujica.

“Standar internasional sangat penting untuk perdagangan global dan pembangunan ekonomi. Melalui kolaborasi dan konsensus, standar dapat memberikan jaminan bahwa transformasi digital menguntungkan semua orang, di mana saja,” ungkap Direktur Biro Standardisasi Telekomunikasi ITU, Chaesub Lee.

Kepala BSN, Kukuh S. Achmad menilai, standar dan penilaian kesesuaian dapat membantu dunia untuk pulih bersama, pulih lebih kuat, dengan cara yang berkelanjutan.

“Dalam dua tahun terakhir, pandemi global telah mempengaruhi setiap aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perdagangan internasional. Proses penanganan pendemi secara global tidak dapat terlepas dari dukungan standar internasional,” ungkapnya.

Kukuh meyakini, dengan kolaborasi dan konsistensi para pemimpin negara, manfaat dari penerapan standar dapat dirasakan oleh semua pihak. “Pada akhirnya, penerapan standar merupakan suatu keniscayaan. Masa depan kemakmuran kita bersama bergantung pada kemampuan kolektif kita untuk menciptakan landasan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dalam International Standards Summit 2022, para tokoh standardisasi dari mancanegara memaparkan korelasi standar internasional dengan isu prioritas G20 2022 dan SDGs. Side Event G20 ini juga mengundang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto serta Wakil Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Jean-Marie Paugam.

Forum G20 merupakan forum yang strategis dalam membangun masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pasalnya, anggota G20 menyumbang 80% dari PDB dunia, 75% perdagangan global, dan 60% populasi dunia. Adapun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para Pemimpin G20 akan berlangsung di Bali pada 15 dan 16 November.

Indonesia mengambil alih Kepresidenan G20 dari Italia pada 1 Desember 2021, dan akan menyelesaikan puncak kepresidenannya dengan KTT Bali, untuk kemudian melaksanakan serah terima ke India pada 1 Desember 2022.

Tentang IEC
International Electrotechnical Commission (IEC) adalah organisasi keanggotaan nirlaba global yang menyatukan 173 negara dan mengoordinasikan pekerjaan 20.000 pakar secara global. Standar Internasional IEC dan pekerjaan penilaian kesesuaian mendasari perdagangan internasional barang-barang listrik dan elektronik. Ini memfasilitasi akses listrik, dan memverifikasi keamanan, kinerja, dan interoperabilitas perangkat dan sistem listrik dan elektronik, termasuk misalnya perangkat konsumen seperti ponsel atau lemari es, peralatan kantor dan medis, teknologi informasi, pembangkit listrik, dan banyak lagi.

Penilaian kesesuaian mengacu pada aktivitas apa pun yang menentukan apakah suatu produk, sistem, layanan, dan terkadang orang memenuhi persyaratan dan karakteristik yang dijelaskan dalam standar atau spesifikasi. Persyaratan tersebut dapat mencakup kinerja, keamanan, efisiensi, efektivitas, keandalan, daya tahan, atau dampak lingkungan seperti polusi atau kebisingan. Verifikasi umumnya dilakukan melalui pengujian dan/atau inspeksi.

Tentang ISO
International Organization for Standardization (ISO) adalah sebuah organisasi internasional non-pemerintah yang bermarkas di Jenewa, Swiss. Ini adalah jaringan keanggotaan dari 165 badan standar nasional yang terdiri dari entitas publik dan swasta. Beberapa anggota adalah bagian dari kementerian nasional yang relevan di negara mereka sementara yang lain ada sebagai lembaga yang berdiri sendiri; yang lain lagi adalah entitas hibrida yang bekerja dengan pendanaan publik.

Melalui anggotanya, ISO mengembangkan standar internasional sukarela, berbasis konsensus, relevan dengan pasar yang mendukung inovasi dan memberikan solusi untuk tantangan global. Apa yang membuat ISO unik adalah fakta bahwa itu adalah organisasi yang terdesentralisasi dan digerakkan oleh anggota, di mana anggota ISO adalah aktor kunci untuk semua kegiatan intinya.

Tentang ITU
International Telecommunication Union (ITU) adalah badan khusus PBB untuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK), mendorong inovasi dalam TIK bersama dengan 193 Negara Anggota dan keanggotaan lebih dari 900 perusahaan, universitas, dan organisasi internasional dan regional. Didirikan lebih dari 150 tahun yang lalu, ITU adalah badan antar pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan penggunaan bersama spektrum radio secara global, mempromosikan kerja sama internasional dalam menetapkan orbit satelit, meningkatkan infrastruktur komunikasi di negara berkembang, dan menetapkan standar dunia yang mendorong interkoneksi tanpa batas dari sebuah berbagai sistem komunikasi. Dari jaringan broadband hingga teknologi nirkabel mutakhir, navigasi penerbangan dan maritim, astronomi radio, pemantauan bumi berbasis oseanografi dan satelit serta telepon tetap konvergen, Internet dan teknologi penyiaran, ITU berkomitmen untuk menghubungkan dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.itu.int

Tentang BSN
Badan Standardisasi Nasional (BSN) adalah lembaga pemerintah non kementerian Indonesia dengan tugas pokok melaksanakan tugas pemerintahan di bidang standardisasi, penilaian kesesuaian, dan kegiatan kemetrologian di Indonesia. BSN didirikan pada tahun 1997. BSN memfasilitasi para pemangku kepentingan, terutama kalangan industri, tidak hanya dengan menyediakan Standar Nasional Indonesia (SNI), tetapi juga dengan memberikan pembinaan penerapan SNI agar produk mereka dapat memenuhi SNI. Di samping itu BSN juga menerbitkan skema penilaian kesesuaian (sertifikasi dan akreditasi) sebagai alat pembuktian bahwa produk mereka memenuhi persyaratan SNI.

Memberi kontribusi dalam perlindungan atas kesehatan, keamanan, keselamatan masyarakat dan pelestarian fungsi lingkungan hidup menjadi salah satu tujuan utama BSN. BSN juga terus menerus berupaya untuk dapat menaikkan daya saing industri nasional di kancah nasional maupun global melalui penerapan SNI. BSN menjadi wakil resmi Indonesia di organisasi internasional yang berkaitan dengan standardisasi, penilaian kesesuaian dan metrologi seperti ISO, IEC, CAC, APAC, IAF, ILAC, APMP, BIPM, APEC SCSC, ACCSQ, SMIIC dan sebagainya. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.bsn.go.id

 

Bali, 20 Oktober 2022
Narahubung:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama, dan Layanan Informasi
Zul Amri
Email: zul@bsn.go.id