Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Pentingnya Ketertelusuran Metrologi dalam Bidang Kesehatan

  • Kamis, 01 Desember 2022
  • Humas BSN
  • 444 kali

Ketertelusuran metrologi di bidang kesehatan sangat diperlukan untuk menjamin kebenaran fungsi dari alat kesehatan.Pemenuhan ketertelusuran nasional pun tidak hanya berhenti sampai laboratorium kalibrasi yang terakreditasi, namun harus sampai kepada peralatan kesehatan di end-user yang ada di rumah sakit. Apalagi, kalibrasi alkes adalah wajib berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) Termoelektrik dan Kimia Badan Standardisasi Nasional (BSN), mewakili Deputi SNSU BSN dalam webinar “Ketertelusuran Metrologi dalam Menjamin Mutu Alat Kesehatan” pada Jumat (25/11/2022). Webinar ini diselenggarakan oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Jakarta (BPFK-Jakarta) - Kementerian Kesehatan, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-58 dan Bulan Mutu Nasional.

Ghufron menilai, pemenuhan ketertelusuran nasional ini perlu dilakukan secara mandiri. “Peningkatan Kemampuan Lab Kalibrasi di Kementrian, Lembaga atau swasta merupakan kunci bagi kemandirian pemenuhan kebutuhan ketertelusuran nasional untuk alkes,” ujar Ghufron.

Ia melanjutkan, Kementerian Kesehatan melalui Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) / Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan (LPFK) memiliki peran sebagai instansi pembina, selain sebagai pusat layanan pengamanan fasilitas kesehatan di Indonesia. “Melalui perannya, selain meningkatkan kemampuan kalibrasi, BPFK/LPFK juga dapat membina untuk peningkatkan kemampuan kalibrasi laboratorium alat kesehatan di Indonesia,” tutur Ghufron.

Dalam kesempatan ini, Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan - Kementerian Kesehatan, Aswan Usman. Ia menyampaikan, salah satu Implementasi jaminan mutu alat kesehatan adalah pengujian dan kalibrasi alat Kesehatan. “Alat kesehatan yang akurat, laik pakai dan aman digunakan dapat membantu dokter dalam penegakan diagnosa yang benar, dan tujuan utamanya adalah keselamatan pasien,” paparnya.  

Sementara itu, Kepala Instalasi Alat Ukur Standar dan Radiasi BPFK-Jakarta, Achmad Abdillah memaparkan bagaimana peran BPFK Jakarta dalam ketertelusuran metrologi alat kesehatan.  Achmad menjelaskan bahwa saat ini telah terdapat 89 laboratorium BPFK, LPFK dan Institusi Penguji Fasilitas Kesehatan (IPFK) yang telah mendapat ijin operasional untuk mendukung kalibrasi alat kesehatan di Indonesia. Dan dalam jangka waktu 2 tahun sejak memperoleh izin operasional, BPFK dan IPFK wajib terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Webinar yang dilaksanakan secara daring in dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari Rumah Sakit baik Pemerintah dan Swasta, dan Puskesmas di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan webinar ini, SNSU BSN berpartisipasi aktif dalam memberikan pemahaman kepada para peserta akan pentingnya ketertelusuran metrologi, terutama untuk alat kesehatan dalam penjaminan mutu peralatan kesehatan maupun keamanan pasien. (Dini Apriori-Dit.SNSU MRB/ed:ald-Humas)