Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Akreditasi Berperan Dukung Pembangunan Berkelanjutan

  • Jumat, 03 Maret 2023
  • 641 kali

Jakarta, TopBusiness—Salah satu upaya pemerintah untuk mengembalikan kondisi perekonomian pasca-pandemi adalah melalui penguatan perdagangan global. Peningkatan teknologi juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad, dalam keterangan tertulis hari ini.

Dinamika perdagangan dunia saat ini banyak dipengaruhi oleh tren besar seperti perubahan hambatan perdagangan, peningkatan inovasi teknologi dan adaptasi terhadap perubahan iklim di pihak pemerintah dan bisnis seperti yang ada pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Akreditasi berperan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Akreditasi dan standar dapat membantu para regulator, perusahaan, dan konsumen untuk mempersyaratkan dan terlibat dalam praktik kegiatan peningkatan perdagangan global melalui peningkatan mutu produk.

“Dengan optimalisasi peningkatan mutu produk inovasi dan infrastruktur serta mempererat kemitraan perdagangan antar negara, percepatan pemulihan ekonomi akan tercapai,” kata dia.

Akreditasi dan kegiatan penilaian kesesuaian berperan penting untuk memperkuat rantai pasok global. Restrukturisasi rantai pasok global akan menormalisasi pedagangan dan membuka peluang investasi untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang, baik pada negara-negara dengan hubungan perdagangan multilateral maupun bilateral.

Hingga saat ini Komite Akreditasi Nasional telah mengoperasikan 35 skema akreditasi dan telah mengakreditasi 2785 Lembaga Penilaian Kesesuaian, yang terdiri dari 2262 LPK di bidang Laboratorium dengan 5 skema akreditasi, yang terdiri dari 1740 Laboratorium Pengujian, 393 Laboratorium Kalibrasi, 92 Laboratorium Medik, 35 Penyelenggara Uji Profisiensi dan 2 Produsen Bahan Acuan.

Pengakuan internasional untuk laboratorium yang terakreditasi KAN diperoleh melalui Mutual Recognition Agreement (MRA) KAN dengan International Laboratorium Accreditation Cooperation (ILAC).

“Dengan diakreditasi oleh KAN, artinya Laboratorium telah berada pada suatu bagian dari satu komunitas internasional, yang diakreditasi oleh Badan-Badan Akreditasi penandatangan MRA dari lebih dari 100 negara di dunia, salah satunya Indonesia melalui KAN,” kata Kukuh.

 

Sumber:

https://www.topbusiness.id/74326/akreditasi-berperan-dukung-pembangunan-berkelanjutan.html