Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Sambut Kunjungan Presiden KTC, BSN Dorong Investasi Pembangunan Infrastruktur Mutu di Indonesia

  • Rabu, 31 Mei 2023
  • 1397 kali

Badan Standardisasi Nasional (BSN) menerima kunjungan audiensi Korea Testing Certification Institute (KTC) di Kantor BSN, Jakarta pada Rabu (31/05/2023). Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo beserta jajaran saat menerima rombongan menyampaikan apresiasinya terhadap KTC yang berkeinginan membangun lembaga penilaian kesesuaian (LPK) di Indonesia.

Menurut Hendro, pembangunan infrastruktur Laboratorium KTC di Indonesia harus terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). “Tidak hanya itu, produk yang akan dipasarkan di Indonesia harus memenuhi peraturan teknis yang berlaku di Indonesia,” tegas Hendro.

Dalam kesempatan tersebut, Hendro juga memaparkan mengenai tugas dan fungsi BSN terkait NSB (National Standards Body), NAB (National Accreditation Body), NMI (National Metrology Institute). Secara rinci, NSB yang dimaksud adalah pengembangan standar, NAB terkait kebijakan standar nasional dan NMI terkait pengukuran metrologi.

Sebagaimana diketahui, BSN dan KTC telah menjalin kerja sama melalui MoU yang ditandatangani pada tahun 2022 lalu. Kerja sama dengan KTC merupakan upaya untuk meminimalisir hambatan teknis perdagangan, khususnya antara Indonesia dengan Korea Selatan.

Saat ini KTC telah memiliki kantor perwakilan di Jakarta dan tengah berupaya membangun laboratorium penguji dan lembaga sertifikasi di Indonesia. Hal tersebut didorong oleh banyaknya perusahaan manufaktur besar asal Korea Selatan yang sudah berinvestasi di Indonesia seperti LG, Hyundai, Samsung, dan lain-lain. Presiden KTC, Ahn Sung-Il, menuturkan bahwa dirinya ingin turut berinvestasi di Indonesia di bidang infrastruktur mutu untuk menjamin kesesuaian produk-produk dengan standar kualitas dan keamanan.

Indonesia sendiri memiliki beberapa produk unggulan yang diekspor ke Korea Selatan, diantaranya tissue, baja, bijih tembaga dan konsentrat, asam lemak, serta produk minyak kelapa sawit. Dengan adanya kerja sama dengan KTC dapat meningkatkan kegiatan fasilitasi perdagangan berupa sharing informasi mengenai penyelesaian isu-isu hambatan teknis perdagangan (TBT/STRACAP) diantara kedua negara.

Hadir dalam rombongan KTC yakni Presiden KTC, Ahn Sung-Il; Executive Director KTC, Hong Min-Chul; Head of Global Business Center KTC, Lyou Myung-Wan; Global Business Center & Senior Researcher KTC, Park Pyung-Kook; KTC Indonesia Director, Kim Youn-Hwan; serta KTC Indonesia Researcher, Mauleni Budiarti. (nda-humas)