Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Hari Keamanan Pangan Dunia, Wujudkan Pangan yang Aman dengan SNI

  • Rabu, 12 Juni 2024
  • Humas BSN
  • 2008 kali

Pangan merupakan kebutuhan dasar. Tidak ada orang yang bisa hidup tanpa pangan. Karena setiap orang selalu memerlukan makanan, di titik itulah akan semakin banyak resiko terganggunya kesehatan, penyakit, atau hal-hal lain yang timbul karena makanan yang kita konsumsi. FAO (Food and Agriculture Organization) dan WHO (World Health Organization) menyadari betul akan pentingnya pangan. Untuk itu, WHO dan FAO menetapkan setiap tanggal 7 Juni sebagai World Food Safety Day atau Hari Keamanan Pangan Dunia.

Di tahun 2024 ini, Hari Keamanan Pangan Dunia mengangkat tema “Food Safety - Prepare For The Unexpected” dengan tema nasional “Pangan Aman Sehat Adalah Tugas Bersama Untuk Menghadapi Hal Yang Tidak Terduga”. Maksud dari tema ini mengajak untuk dapat lebih mempersiapkan diri menghadapi peristiwa keamanan pangan yang bisa terjadi tanda terduga sebelumnya.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia, salah satu perannya adalah mewakili Indonesia di dalam organisasi standar pangan dunia untuk merumuskan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait pangan dan juga sektor-sektor lainnya. Hal ini diungkapkan Sekretaris Utama BSN, Donny Purnomo dalam Acara Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia 2024 yang digelar oleh Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan BSN dan Pemerintah Kota Bogor pada Selasa (11/6/2024) di Taman "Ekspresi" Sempur, Kota Bogor.

Menurut Donny, dari lebih dari 10 ribu SNI yang ditetapkan oleh BSN, sekitar 60℅ nya berkaitan dengan produk berbasis pangan. Ia mengatakan, Jika kita bicara standardisasi dan sertifikasi untuk produsen di sektor pangan, harapannya adalah setidaknya mereka akan sanggup memenuhi standar seperti GMP (Good Manufacturing Practices), HACCP (Hazard Analisys and Critical Control Point), ataupun Sistem Manajemen Mutu untuk mewujudkan pangan yang aman.

Namun, lebih lanjut Donny mengungkapkan, pihaknya menyadari bahwa saat ini masih ada kesulitan di masyarakat dalam menerapkan SNI. Untuk itu, BSN mencoba berbagai cara untuk memastikan bahwa SNI yang terkait pangan itu mudah diterapkan.

Selain itu, untuk memastikan bahwa produksi pangan itu bisa diuji dan diinspeksi dengan cara yang murah, BSN juga berupaya untuk menyediakan laboratorium-laboratorium yang kompeten agar bisa melayani langsung kepada masyarakat. "Dari sekitar 2500 laboratorium yang diakreditasi oleh BSN melalui KAN (Komite Akreditasi Nasional), sebanyak 60℅ nya adalah untuk sektor pangan," tutur Donny.

"BSN akan terus berupaya agar standardisasi pangan, baik pengembangan standar maupun penerapannya berbasis pada industri kerakyatan pangan yang ada di Indonesia," pungkas Donny.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono saat membuka acara mengatakan, peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan adalah dengan Melaksanakan upaya standarisasi terhadap Pangan Siap Saji terutama di pangan jajanan keliling dan sentra pangan jajanan, diantaranya dengan melakukan perluasan pengawasan dan pembinaan Kemanan Pangan Siap Saji bagi Sentra Pangan Jajanan Siap Saji dan Cakupan penjamah pangan di sentra pangan jajanan siap saji yang terlatih Higiene Sanitasi Pangan (HSP).

Rangkaian Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia ini juga dilakukan Peresmian Sentra Kuliner Teras Sukasari di Kota Bogor oleh Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari yang juga didampingi Sekretaris Utama BSN. Selain itu juga terdapat Talkshow, Food Safety Expo, dan juga Demo Masak Pangan Sehat.(tyo-humas)

 

Galeri Foto: Hari Keamanan Pangan Sedunia, Wujudkan Pangan yang Aman dengan SNI