Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Tingkatkan Produk Unggulan, BSN bersama BSIP Kalimantan Barat Tumbuhkan LPK

  • Jumat, 17 Maret 2023
  • 1278 kali

Provinsi Kalimantan Barat merupakan provinsi terluas ke-4 di Indonesia dengan wilayah administrasi terbagi atas 14 Kabupaten/Kota dengan Ibukota di Pontianak dan termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara asing, yaitu dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia Timur. 

Dengan posisi yang sangat strategis tersebut, banyak potensi produk dan komoditas Kalimantan Barat yang dapat didorong menjadi produk unggulan daerah bahkan bernilai ekspor. Menangkap peluang tersebut, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melakukan penjajakan secara daring oleh Direktur PPSPK BSN, Triningsih Herlinawati dengan Balai Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (16/03/2023).

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Fasilitasi Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) BSN, Andry Ridhya Prihikmat menyampaikan program fasilitasi LPK serta menjelaskan perlunya kehadiran LPK di Provinsi Kalimantan Barat yang mendukung produk dan sektor unggulan. “Saat ini sebaran LPK masih terkonsentrasi di wilayah Indonesia Barat, sedangkan semakin ke timur, indeks rasio daya dukung LPK semakin menurun. Seandainya kita bisa menumbuhkan LPK secara merata di seluruh daerah Indonesia dengan lingkup yang mendukung produk unggulan, hal ini dapat membantu pelaku usaha untuk mensertifikasi produknya".

Kepala BSIP Provinsi Kalimantan Barat, Anjar Suprapto memberikan tanggapan positif terkait audiensi yang dilakukan, “Kami sangat senang sekali saat mendengar kabar bahwa BSN akan melakukan audiensi serta sosialisasi kepada kami terkait pengembangan LPK. Karena pada masa yang lalu, saat masih bernama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, kami sudah memiliki Laboratorium yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk lingkup pengujian tanah. Hanya saja saat ini belum dapat dilanjutkan akreditasinya yang berakhir pada bulan Agustus 2022 yang lalu mengingat adanya transformasi menjadi BSIP.”

Menanggapi Anjar Suprapto, “Saya rasa ada banyak sekali potensi produk unggulan di wilayah Kalimantan Barat. Termasuk untuk sektor pertanian juga harus di dorong adanya LPK untuk melakukan pengujian dan sertifikasi. Tidak hanya lingkup produk-produk olahannya saja, tetapi kita bisa juga melirik potensi sertifikasi proses pertanian melalui sudut pandang pertanian organik. Semisal produk-produk organik memiliki yang demand tinggi baik lokal maupun ekspor, tentu ini jadi peluang yang harus ditangkap juga,” tutur Triningsih.

Sementara itu, BSIP Kalimantan Barat memiliki program prioritas di tahun 2023 untuk menghidupkan kembali proses bisnis Laboratorium Pengujian yang terakreditasi KAN, mengingat dukungan alat yang sudah ada sambil berjalan menyiapkan potensi pengembangan Lembaga Sertifikasi Produk. Dalam kegiatan audiensi tersebut juga dapat terkonfirmasi beberapa produk unggulan di wilayah Provinsi Kalimantan Barat seperti jeruk, lidah buaya dan kelapa dalam, yang dapat menjadi pertimbangan untuk pengembangan LPK di masa mendatang.

Melalui penjajakan ini, diharapkan adanya kolaborasi dan sinergi antara BSN dengan BSIP Provinsi Kalimantan Barat guna menghadirkan LPK yang mampu mendorong peningkatan daya saing produk dan sektor pertanian. (FA-TE/FLPK/Red: PjA - Humas)