Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Lindungi Konsumen, Pengendalian Mutu Produk dengan SNI terus Didorong

  • Jumat, 17 November 2023
  • Humas BSN
  • 1938 kali

Berangkat dari dampak buruk yang diakibatkan oleh penggunaan bahan-bahan tidak sesuai takaran juga adanya produsen yang mengutamakan kuantitas dibanding kualitas, menjadi alasan kuat untuk menerapkan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) dari peredaran berbagai produk di tengah-tengah masyarakat.

Masyarakat termasuk konsumen perlu untuk terus dilindungi hak-haknya untuk mencegah dari berbagai risiko, mulai dari isu kesehatan hingga ekonomi. “Serangan diabetes adalah salah satu hal paling memprihatinkan hari ini, yang menjadi penyebab terjadinya obesitas di masyarakat. Untuk itu, kandungan gula di berbagai produk di pasaran sedang menjadi perhatian penuh Pemerintah,” ungkap Chairman Board of Supervisors Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Indah Suksmaningsih dalam UMKM Talkshow Bulan Mutu Nasional (BMN) 2023 pada Kamis, (16/11/2023) di Jakarta.

Indah kembali menjelaskan bahwa, Pemerintah saat ini juga sedang mengendalikan dengan ketat adanya penggunaan bahan-bahan antibiotik pada produk ayam olahan di pasaran.

“Melihat hal ini, menimbulkan risiko tidak hanya dari sisi kesehatan, namun juga berpotensi mengganggu perputaran roda ekonomi nasional. Untuk itu, perlindungan bagi konsumen sangatlah penting,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Sekretaris Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Primasetya Teguh Jatmiko menyampaikan, Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan wujud nyata peranan Pemerintah untuk melindungi konsumen.

“Saat ini, diyakini masih banyak orang belum mengetahui porsi suatu produk untuk dikonsumsi secara tepat, contohnya adalah produk coklat yang bisa jadi terdapat kandungan gula yang sebenarnya hanya diperbolehkan untuk dikonsumsi terbatas secara harian, maka jika berlebih akan menyebabkan obesitas,” sambungnya.

Kemudian dalam rangka mendukung pemahaman guna meningkatkan penerapan SNI bagi produsen sekaligus menjadi pilihan produk utama bagi publik, maka literasi akan standardisasi adalah penting, “Saat masyarakat mau membaca, akan membentuk masyarakat yang kritis akan standar atau pentingnya akan Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC),” tutupnya.

Berbicara mengenai QA juga QC, CEO CV. Yumeda Pangan Sejahtera, Andromeda Sindoro mengatakan, “Standar merupakan sifat “The unseen protection" dari produk-produk berbahaya untuk dikonsumsi”.

Sementara itu, produk es krim CV. Yumeda Pangan Sejahtera sudah memiliki sertifikasi SNI. Dengan begitu, es krim dengan merk Sweet Sundae ini telah berhasil memperluas pasar hingga luar negeri.

Selain bermanfaat untuk memperluas pasar, sambungnya, proses pengolahan es krim Sweet Sundae menjadi tepat dengan penerapan SNI, termasuk pada takaran gula. Oleh karena itu, pengendalian mutu produk dengan penerapan SNI perlu terus didorong secara berkelanjutan.

Tidak hanya dari sisi produksi produk, penerapan SNI turut meningkatkan kualitas pakan ternak dari rekanan CV. Yumeda Pangan Sejahtera karena berpengaruh pada kandungan protein produk es krim dari susu hasil ternak yang dihasilkan.

"Dengan menjaga kualitas maka turut menjamin kuantitas, disini menggunakan strategi blue ocean atau bagi market dengan segmen untuk mengejar kualitas. Produk berkualitas serta terstandardisasi mampu untuk ditawarkan dengan harga lebih baik,” jelas Andromeda Sindoro.

Acara dengan tajuk Perlindungan Konsumen Melalui Penerapan SNI ini berjalan secara interaktif juga antusias, melalui tanya-jawab antara para Narasumber dengan pengunjung di area SNI Expo 2023. (PjA – Humas)


Galeri Foto: Lindungi Konsumen, Pengendalian Mutu Produk dengan SNI terus Didorong