detail

Semen Baturaja Dongkrak Kapasitas via Pabrik Baru

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Demi   menangkap pertumbuhan permintaan dari proyek-proyek infrastruktur di Sumatra, produsen semen PT Semen Baturaja Tbk mengembangkan pabrik baru Baturaja II yang telah beroperasi pada Mei 2017. Beroperasinya pabrik baru ini diproyeksikan mendorong kapasitas produksi Semen Baturaja menjadi 3,85 juta ton.


Kondisi pelemahan perekonomian selema beberapa tahun terakhir ini ikut mempengaruhi daya serap daerah atas produksi semen. Sejumlah wilayah bahkan mengalami penurunan permintaan semen akibat perekonomian daerah yang tak lagi bergairah. Sebut saja Kalimantan. Permintaan semen di Kalimantan periode Januari – November 2016 lalu  turun 11,7 persen akibat sektor pertambangan yang menopang pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut tak bisa bergerak bangkit. Begitu juga dengan permintaan di Pulau Jawa yang turun 2,1 persen.


Sementara itu pada periode yang sama pertumbuhan permintaan justru tumbuh di Sulawesi, yang mengalami kenaikan permintaan semen sebesar 14,7 persen. Daerah yang juga mengalami pertumbuhan konsumsi semen lainnya adalah Sumatra yang mencapai 4,8 persen, diikuti Maluku dan Papua sebesar  7,1 persen , serta Nusa Tenggara  sebesar 1,8 persen.


Di Sumatera, sejumlah proyek pengembangan infrastruktur yang digalakkan pemerintah, dari pembangunan bandara, pelabuhan, jalur kereta Light Rail Transit (LRT) hingga jalan tol Sumatera memang diproyeksikan akan menumbuhkan permintaan atas produk semen di kawasan tersebut.


Melihat konstelasi demand produk semen yang masih relatif tinggi di Sumatera, maka tak salah jika perusahaan produsen semen pelat merah PT Semen Baturaja Tbk (persero) memutuskan untuk menambah fasilitas produksi.


PT Semen Baturaja (Persero) Tbk memang telah mengembangan pabrik baru sejak tahun lalu. Dan Juli ini diproyeksikan sudah mampu memberikan kontribusi berupa tambahan output semen sebesar 550 ribu ton. Sebelumnya manajemen perseroan berkode SMBR ini menyebutkan bahwa dana pembangunan pabrik baru tersebut  memerlukan dana sekitar Rp3,4 triliun dan pendanaannya berasal dari dana IPO (Initial Public Offering) sebesar Rp1,27 triliun, pinjaman perbankan sebesar Rp1,3 triliun, sementara sisanya menggunakan dana kas internal.


Direktur Utama PT Semen Baturaja Rahmad Pribadi saat ditemui Industry.co.id di Kantor Kementerian BUMN baru-baru ini mengemukakan, pabrik barunya  Baturaja II diproyeksikan dapat beroperasi pada Juli tahun ini. Dan menurutnya pabrik tersebut termasuk pabrik semen yang masa pengerjaannya paling cepat di Indonesia, yaitu selama 26 bulan.


Rahmad  mengatakan pabrik baru tersebut telah beroperasi dan dalam proses serah terima dengan kontraktor. “Tambahan (produksi) ini baru mulai muncul bulan Juli,” katanya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta belum lama ini.


Menurutnya, dengan kapasitas produksi pabrik baru sebesar 1,85 juta ton, akan melengkapi dan menambah  kapasitas produksi Semen Baturaja menjadi 3,85 juta ton. Sejauh ini eksisting pabrik milik  perusahaan  memiliki kapasitas 2 juta ton.


Diakuinya saat ini perseroan masih menggunakan kapasitas yang lama, yang 100 persennya telah terserap oleh pasar di paruh pertama tahun ini.  “Yang second half tambahannya dari pabrik yang baru, itu yang bisa bikin kita tambah (angka) sales-nya,” kata Rahmad.


Untuk meningkatkan daya serap pasar pada produk perseroan, Rahmad mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai langkah berupa kerja sama dengan BUMN lain. Baru-baru ini SMBR memang telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan 4 BUMN terkait kerjasama pembiayaan distributor, supplier dan penjaminan distribusi semen.


Keempat BUMN yang menjalin kerja sama dengan Semen Baturaja itu adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan Perum Jamkrindo.


Pembiayaan distributor yang dikemas dengan program distributor financing itu merupakan fasilitas yang diberikan oleh bank yang akan memberikan kemudahan bagi distributor Semen Baturaja dalam melakukan penebusan semen dengan tenor dan tingkat bunga kompetitif.


Sementara itu, penjaminan distribusi semen dilakukan oleh Jamkrindo jika terjadi gagal bayar oleh distributor pada saat faktur jatuh tempo. Jangka waktu penjaminan yang berlaku adalah 30-90 hari dengan presmi asuransi 1,65% dimana coverage ratio yang berlaku adalah 90% dari total tagihan.


Dalam hal pembiayaan supplier atau supply chain financing, Semen Baturaha bekerjasama dengan BNI, BRI dan Bank Mandiri yang diharapkan dapat meningkatkan perputaran arus kas sehingga permodalan supplier menjadi lebih kuat.


Kembali soal pabrik baru perseroan, manajemen mengklaim pabrik tersebut  lebih ramah lingkungan dan dapat memproduksi semen dengan lebih efisien. Perseroan memfasilitasi Baturaja II dengan teknologi terkini seperti penerapan sistem vertical mill dan menggunakan bag house sebagai dust collector.


Dengan menggunakan sistem vertical mill, konsumsi listrik akan lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan energi pada pabrik pertama yang sistem produksinya masih berupa ball mill. Proses penggilingan dan pengeringan semen pada vertical mill menggunakan energi panas buang dari clinker cooler sehingga dapat menekan emisi CO2.


Kelak hasil produksi dari pabrik baru ini difokuskan pada pasar di daerah Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan  sedikit untuk Banten. Namun fokusnya tetap Sumatera bagian selatan.


Semen Baturaja pada tahun 2017 juga menargetkan mampu merebut 60% kebutuhan semen di wilayah Sumbagsel yang mencapai total 6 juta ton per tahun. Hal itu didukung oleh semakin baiknya produk yang dihasilkan yakni telah berlabel Standar Nasional Indonesia, dan gencarnya pembangunan infrastruktur di Sumbagsel.


Salah satunya proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang yang menggunakan sekitar 95% produk semen Baturaja. Seiring dengan tren peningkatan produksi ini, perusahaan juga menargetkan dapat menembus pangsa pasar di wilayah barat Jawa yakni Jakarta hingga Jawa Barat, dan wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yakni Aceh hingga Sumatera Utara dan Sumatera Barat.


Sementara soal kinerja,  perseroan berhasil mencatatkan laba bersih Rp32 miliar selama kuartal pertama tahun 2017, atau meningkat 13% dibandingkan dengan Rp28 miliar pada periode sama tahun lalu.


Emiten berkode saham SMBR itu membukukan penjualan semen 349.374 ton sepanjang Januari-Maret 2017, atau meningkat 10,15% dibandingkan dengan 317.166 ton pada periode sama 2016. Sementara laba bersih  tercatat bertumbuh 10% menjadi sebesar Rp327,78 miliar pada kuartal pertama tahun ini, dibandingkan dengan Rp297,37 miliar pada periode sama tahun lalu.


Berdasarkan laporan tahunan Semen Baturaja 2016, perseroan menargetkan pertumbuhan volume penjualan semen sebesar 23% pada 2017 dibandingkan dengan 2,01 juta ton pada 2016 dan volume produksi semen sebesar 25% secara tahunan.

 

Link: http://www.industry.co.id/read/11999/semen-baturaja-dongkrak-kapasitas-via-pabrik-baru


Dilihat : 195