Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Fasilitasi Perdagangan Indonesia-India, BSN Perkuat Kerja Sama dengan BIS

  • Jumat, 29 Januari 2021
  • Humas BSN
  • 620 kali

Peran standardisasi kian nyata terlihat di dunia internasional, terutama dalam hal perdagangan. Sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional (BSN) pun berupaya untuk terus menjalin kerja sama dengan negara-negara lain guna memperlancar perdagangan internasional. Di awal tahun 2021 ini, BSN berupaya memfasilitasi perdagangan internasional antara Indonesia dengan India, melalui penguatan kerja sama dengan Bureau of Indian Standards (BIS).

“Kami berharap dapat meningkatkan kolaborasi kami dalam regulasi teknis antara dua negara yang dapat berkontribusi untuk menghilangkan hambatan teknis perdagangan,” ujar Direktur Sistem Penerapan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian BSN, Konny Sagala, saat membuka audiensi dengan BIS secara daring pada Kamis (28/1/2021). Selain dihadiri oleh perwakilan BSN dan BIS, audiensi ini juga mengundang perwakilan dari stakeholder terkait, seperti dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta perwakilan dari asosiasi.

Sebelumnya, pada tahun 2016 BSN dan BIS telah menandatangani perjanjian kerja sama di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian. Ruang lingkup kerja sama yang ditandatangani pada 12 Desember 2016 antara lain berbagi informasi tentang standar dan bidang terkait serta penguatan kerja sama dalam hal penilaian kesesuaian, sertifikasi, pengujian, dan asistensi teknis.

Dalam kesempatan ini, BSN dan BIS berbagi informasi tentang proses sertifikasi dari kedua negara. Selain itu, dipaparkan pula beberapa peraturan teknis antar negara sebagai acuan bagi kedua negara untuk memenuhi persyaratan di masing-masing mitra dagang pemahaman.

Audiensi yang berlangsung selama 2 hari ini juga mengangkat diskusi dari sektor industri tertentu yang akan difokuskan seperti industri baja, biofuel, otomotif, dan kertas. Diharapkan, kolaborasi dan penguatan kerja sama antara BSN dan BIS dapat mendukung titik balik perekonomian bagi kedua negara. (ald-Humas)