Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Tempe Juga Bisa Naik Kelas Dengan SNI

  • Jumat, 24 September 2021
  • Humas BSN
  • 2022 kali

Tempe bagi masyarakat Indonesia selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari, makanan olahan kacang kedelai ini sudah menjadi warisan budaya turun temurun. Tidak hanya sebagai makanan khas Indonesia, tempe juga terbukti memiliki kandungan gizi yang tinggi. Cara penyajiannya yang mudah juga membuat tempe sangat digemari masyarakat Indonesia. Selain itu, tempe juga mudah ditemukan karena produsennya yang tersebar hampir di setiap daerah. Salah satunya adalah Rumah Tempe Zanada, produsen produk olahan kedelai di Bandung.

Sejak berdiri pada Agustus 2017, Zanada berfokus pada pengolahan produk tempe, mendorong Zanada terus berinovasi untuk menghasilkan produk-produk tempe untuk dapat naik kelas. Rumah Tempe Zanada menjadi UMKM Binaan BSN, yang produknya diproduksi dengan menerapkan SNI CAC-RCP-1-2011 dan menerapkan prinsip umum higiene pangan yang didalamnya mencakup HACCP atau Hazard Analisys and Critical Control Point yang membuat kualitas produksinya terjamin.

Selain memproduksi tempe, Zanada juga memproduksi keripik tempe beraneka rasa bernama KIZZ Tempe. Yang menarik dari KIZZ Tempe ini adalah, selain kemasan premium berbentuk tabung dan rasa yang beraneka ragam, KIZZ Tempe juga sudah menerapkan dan tersertifikasi SNI 2602:2018 (Keripik Tempe) pada 21 Januari 2021 yang lalu.

Penerapan SNI diakui oleh pemilik sekaligus pendiri Zanada, Dede saat ditemui pada Selasa (14/9/2021) di Bandung, bukanlah hal yang mudah terutama untuk UMK. Namun berkat komitmen untuk menghasilkan produk berkualitas membuat Zanada sukses mendapatkan sertifikat SNI dan dapat mencantumkan logo SNI pada produk KIZZ Tempe. “Soal kualitas, saat produk saya sudah bertanda SNI, saya tinggal sampaikan ke buyer atau reseller kalau produk kami sudah ber-SNI” ujar Dede mengungkapkan kelebihan produknya.

Menurut Dede pembinaan dari BSN memiliki banyak manfaat, tidak hanya terkait Standar namun pembinaan juga memberikan insight – insight yang mengubah mindset Zanada untuk semakin memperhatikan kualitas produksi yang dilakukan. “Berkat pembinaan dari BSN alhamdulillah teman - teman disini memiliki mindset terkait standar yang sama, khususnya dalam bisnis proses kami sendiri sehingga saya tidak perlu khawatir aka nada proses yang terlewati karena sudah ada SOP-nya”.

Dede juga berpesan kepada para UMKM di Indonesia untuk segera menerapkan SNI karena SNI memiliki banyak manfaat. Dan tidak perlu takut kesulitan karena rekan-rekan dari BSN akan siap membina dalam melakukan penerapan SNI. “Teman-teman pelaku usaha hayu sama-sama tingkatkan kualitas produk kita dengan menerapkan SNI karena banyak manfaat yang akan kita peroleh di kemudian hari” ujar Dede

Beralamatkan di jalan Kayu Lawang 7, Cibiru Hilir, Cileunyi, Jawa Barat. Rumah Tempe Zanada terus berinovasi dengan produknya. Serta, berupaya melebarkan penjualan ke berbagai wilayah di Indonesia dan dapat menembus pasar Internasional  (PRG/DSPK)