Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

15 Laboratorium Pengujian Essential Oils Telah Diakreditasi KAN

  • Sabtu, 20 November 2021
  • Humas BSN
  • 2069 kali

Universitas Padjajaran menggelar Konferensi Internasional Minyak Atsiri (Essential Oils) dengan tema Improving Added Value by Authentification and Sustainability Innovation on Essential Oils Industry, pada Kamis (18/11/2021) secara virtual.

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad yang hadir sebagai Pembicara Utama mengutarakan bahwa hingga Oktober 2021 terdapat 15 Laboratorium Pengujian Essential Oils yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

“Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan sarana yang efektif dalam rangka memenuhi aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, serta pelestarian lingkungan hidup dari berbagai produk yang dihasilkan, termasuk essential oils,” ungkap Kukuh.

Hingga Oktober 2021, terdapat 44 SNI yang dikembangkan oleh Komite Teknis 71-05 Minyak Atsiri (Essential Oils) serta 3 SNI yang dikembangkan oleh Komite Teknis 65-02 Hasil Hutan Bukan Kayu (Noon Wood Forest Products).

Konferensi Internasional Minyak Atsiri yang bertujuan untuk mempertemukan para ilmuwan, akademisi, praktisi, peneliti, serta pendidik, merupakan platform interdisipliner utama untuk mempresentasikan dan mendiskusikan inovasi, tren, dan kekhawatiran terbaru serta tantangan praktis yang dihadapi serta solusi yang diadopsi di bidang Konferensi Minyak Atsiri.

Konferensi internasional ini turut mengundang pembicara dari CNR-Instituto Scienze Technologie Molecolari – Italia, Dr. M. Nicoletta Ravasio; Villanova University – Pennsylvania, Justinus Satrio, Ph.D; CSIR – Central Institute of Medicinal & Aromatic Plants, Dr. Prabodh Kumar Trivedi; PATPI – Universitas Brawijaya, Wenny Bekti Sunarharum, STP., M.Food St, Ph.D; Institut Teknologi Sepuluh November, Prof. Dr. Ir. Mahfud DEA. (PjA – Humas)