Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Hadiri The 56th ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality (ACCSQ) Plenary Meeting

  • Sabtu, 27 November 2021
  • Humas BSN
  • 1675 kali

Badan Standardisasi Nasional kembali berpartisipasi dalam the Fifty-Sixth (56th) Plenary Meeting of the ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality (ACCSQ). Pertemuan kedua pada tahun 2021 ini berlangsung selama tiga hari melalui video conference dengan agenda yang meliputi rangkaian pertemuan ACCSQ plenary pada tanggal 23-24 November 2021 dan pertemuan dengan dialogue partner pada tanggal 25 November 2021. Seluruh negara anggota ASEAN berpartisipasi dalam pertemuan kali ini.  Pertemuan dipimpin oleh Mrs. Pg. Suridah Bte Pg Haji Sulaiman, Head of National Standards Centre, National Standards Centre, Ministry of Finance and Economy, Brunei Darussalam dan vice chair Mr. Nou Thara, Deputy Director General, Institute of Standards, Kamboja. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Sistem Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian - BSN (Konny Sagala), serta perwakilan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perhubungan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan, dan beberapa Direktorat Teknis di Badan Standardiasai Nasional yang bergabung secara daring (online).

 

Pada pertemuan ke 56 ini, ACCSQ mencatat kemajuan yang menjadi komitmen negara ASEAN tahun ini dalam upaya meningkatkan efektifitas fasilitasi perdagangan barang melalui penyelarasan Standar, Regulasi Teknis dan  Penilaian Kesesuaian (STRACAP). Beberapa target yang telah ditetapkan akan dicapai pada tahun 2021 merupakan kelanjutan dari target tahun sebelumnya yang tertunda dan masih menjadi target untuk dicapai di tahun 2022 karena isu regional maupun proses domestik di masing-masing AMS. Target tersebut diantaranya adalah penyelesaian penandatanganan beberapa dokumen kesepakatan ASEAN (MRA on Building and Construction; MRA on ASEAN Framework Agreement; Agreement on Regulatory Framework of Traditional Medicine & Health and Suplement, ASEAN Food Safety Regulatory Framework Agreement); Review The MRA GMP to expand the scope; pengembangan Training Module and Training for selected experts for implementation of MRA on Prepared Foodstuff; dan Review The ASEAN Guidelines for Harmonisation of Standards.

 

Selain itu, ACCSQ juga membahas isu hambatan teknis yang dilakukan oleh Viet Nam melalui penerapan Circular No.32 tahun 2018.  ACCSQ menyepakati periode waktu yang akan ditempuh oleh Viet Nam sebagai upaya penyelesaian isu tersebut, yang antara lain mencakup notifikasi amandemen Circular No. 32 oleh Viet Nam ke WTO dan ASEAN (Coordinating Committee on the Implementation of ATIGA/CCA) dan kesempatan bagi negara anggota ASEAN untuk  memberikan tanggapan atas amandemen tersebut.

 

Sebagai langkah integrasi ke ekonomi global,  ACCSQ terus melaksanakan diskusi dengan organisasi pengembangan standar internasional (SDO) dan negara mitra dialog antara lain United Kingdom (UK), Korea, Jepang, Jerman (Physikalisch-Technische Bundesanstalt/PTB) dan Uni Eropa (EU). Saat ini ACCSQ melakukan inisiatif awal berupa dialog dengan UK dimana ASEAN mendapat tawaran untuk melaksanakan pemetaan kompetensi di bidang SPK di bawah Project on Digital Standards Cooperation. Secara Internal AMS masih mendalami proyek ini dan proyek lainnya yang serupa agar tidak terjadi tumpang tindih sehingga AMS dapat secara optimal memperoleh manfaat dari seluruh kegiatan yang ditawarkan. Sidang ACCSQ pada tahun 2022 mendatang disepakati untuk dilaksanakan secara fisik dengan memperhatikan perkembangan pandemic Covid-19 (pkispk).