Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Hadir di Kota Tarakan untuk Sosialisasikan SNI Beragam Produk UMKM

  • Kamis, 11 Agustus 2022
  • Humas BSN
  • 237 kali

Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Deddy Yevri Hanteru Sitorus dan Wakil Walikota Tarakan, Effendy Djuprianto melakukan sosialisasi Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Bagi Pelaku UMKM di Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada Selasa (9/08/2022) dalam rangka peningkatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). 

Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo dalam pemaparannya mengatakan, standardisasi adalah syarat minimal bagi sebuah produk termasuk UMKM.

"Standardisasi UMKM itu sangat penting guna menunjang proses bisnis perusahaan; meningkatkan daya saing; mengurangi risiko dalam lingkungan, sosial, dan keuangan; hingga mendorong inovasi yang berkelanjutan. Produk UMKM bisa berupa jasa maupun barang," ujarnya.

Salah satu keunggulan standardisasi produk-produk UMKM adalah standardisasi dapat memberi kemudahan dalam pengembangan usaha, seperti meningkatkan akses pasar baik nasional maupun mancanegara.

BSN secara konsisten melaksanakan sosialisasi SNI Khususnya kepada UMKM. Karena UMKM dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan penyerap lapangan kerja. Selain itu SNI juga menjadi legitimasi bahwa produk UMKM sudah dapat bersaing di pasaran. 

Dengan memproduksi produk yang memenuhi spesifikasi syarat dalam perdagangan yang memberikan jaminan kepada konsumen bahwa kualitas produk memang sesuai dengan apa yang dijanjikan sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen.

"Produk yang diakui kualitasnya secara global maka bisa diperdagangkan antar negara," terang Hendro. 

Sementara itu, dalam rangka menjamin kepercayaan global terhadap sertifikat, Peer- evaluation ISO/IEC 17040 oleh Organisasi Kerja Sama Akreditasi Regional dan Internasional yang dilakukan kepada Badan Akreditasi Nasional untuk menjamin rantai kepercayaan global terhadap sertifikat. 

“Untuk itu terdapat Organisasi Kerja Sama Akreditasi Regional dan Internasional diantaranya adalah Pacific Accreditation Cooperation (PAC); the Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC); International Accreditation Forum (IAF); serta International Laboratory Accreditation Cooperation Mutual Recoginition Arrangement (ILAC MRA).” pungkas Hendro. (PjA - Humas)